SAMARINDA – Seremoni dimulainya pembangunan pabrik bahan peledak yang di gagas PT Asa Karya Multipratama ditandai peletakan batu pertama pembangunan (groundbreaking) oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di Kelurahan Karya Merdeka KM 29, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu, 7 Oktober 2023 lalu ternyata tidak diketahui oleh DPRD Provinsi Kalimantan Timur.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim H. Seno Aji saat dikonfirmasi perihal proses pembangunan Pabrik Bahan Peledak tersebut menyampaikan sama sekali tidak mendapat informasi.
“Selama ini DPRD Kaltim tidak pernah mendapatkan informasi tentang pembangunan yang dilakukan investor-investor tersebut.” tulisnya melalui pesan WhatsApp, Rabu, 11 Oktober 2023.
Nanti kalau sudah ada masalah, dengan masyarakat, Lanjut Seno, seperti masalah sosial, barulah meminta DPRD untuk membantu.
“Kita berharap semoga pembangunan itu sesuai dengan RTRW provinsi, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat setempat serta menambah peluang kerja untuk masyarakat lokal,” harap Seno.
Menurut Seno, selama ini jika dalam proses pembangunan proyek strategis di atas tanah Pemerintah Provinsi baru melibatkan DPRD.
“Jika terkait lahan yg dipakai milik pemerintah provinsi baru dilibatkan. Kalau pembangunan diatas Pabrik Bahan Peledak ini belum tahu di atas tanah siapa,” pungkasnya.
Dalam pelaksanaan groundbreaking pembangunan pabrik bahan peledak dengan nilai investasi mencapai USD50 juta dan akan memanfaatkan tenaga kerja dalam negeri (TKDN) mencapai 70% tersebut, hadir Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Kaltim Ujang Rachmad, Mewakili Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik.
Ujang Rachmad berpesan agar pembangunan pabrik PT Asa Karya Multipratama bermanfaat bagi rakyat Kaltim khususnya masyarakat lokal di wilayah Samboja.
“Kami yakin dan percaya dengan dibangunnya pabrik bahan peledak di Kaltim dapat memberikan manfaat besar bagi Indonesia, terutama masyarakat Kaltim, diharapkan ke depannya dapat mengurangi impor bahan peledak di Indonesia,” kata Ujang Rachmad ketika menghadiri acara tersebut.
Selama ini, lanjut Ujang Rachmad, kita impor bahan peledak. Dengan adanya pabrik bahan peledak di Kaltim ini, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan bahan peledak di dalam negeri dan mengurangi impor bahan peledakm
Pembangunan pabrik tersebut menjadi bukti investasi di Kaltim juga terus bergerak maju. Ketika investasi bergerak maju, maka pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat. Apabila pertumbuhan ekonomi meningkat, sambung Ujang, maka kesejahteraan masyarakat diyakini juga akan baik.
“Selamat kepada PT AKM. Kami berharap bermanfaatnya terutama membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, sehingga masyarakat lokal dapat sejahtera,” pesannya.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo ketika groundbreaking mengatakan PT AKM sudah puluhan tahun beraktivitas di Indonesia. Pembangunan pabrik di Samboja ini merupakan bentuk dukungan dan kontribusi perusahaan atau investor menyukseskan Ibu Kota Nusantara.
“Dukungan itu, tentunya akan berdampak pada ekonomi masyarakat lokal. Terpenting lagi, mendukung kesiapan pertahanan keamanan negara melalui produk yang dihasilkan,” jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Direktur PT Asa Karya Multipratama Deden Kurdinawan menjelaskan lahan yang akan digunakan seluas 18 hektare meliputi pabrik booster, panrik detonator, gudang penyimpanan hasil bahan peledak, gudang bahan baku sampai tempat pengetesan bahan peledak.(Adv/DPRD-Prov/mun)
![]()

