KUTAI TIMUR – Ada banyak cara yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur untuk mengelola sampah dan bisa memiliki nilai ekonomis. Saat ini, DLH punya rencana untuk mendaur ulang sampah organik dan dijadikan sebagai briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif arang untuk memasak.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Armin Nazar. Ini merupakan rencana yang menarik dan harus segera dieksekusi. Pasalnya, langkah ini selain akan memiliki nilai ekonomis, tetapi juga dapat mendukung sektor pertanian ubi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

“Saat ini kami berencana untuk mendaur ulang sampah organik menjadi briket. Bagi saya ini sangat menarik dan harus segera dieksekusi dalam waktu dekat. Langkah ini akan memiliki nilai ekonomis, tetapi juga dapat mendukung sektor pertanian ubi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal,” ungkap Armin.

Ia juga menerangkan, proses pembuatan briket membutuhkan ubi kayu atau singkong sebagai bahan perekat. Nantinya, DLH akan bekerjasama dengan petani dalam memproduksi tanaman ubi kayu sebagai bahan perekat untuk briket dan hal ini akan memberikan manfaat ganda bagi petani dan juga lingkungan.

Penggunaan briket bagi pelaku UMKM bisa digunakan sebagai bahan bakar memasak dengan harga yang relatif lebih murah akan memberikan bantuan signifikan. Briket ini memiliki kandungan energi yang setara dengan batubara, yaitu sekitar 6.000 kalori. Selain itu, briket ini dilengkapi dengan kompor sendiri, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang cara penggunaannya.

“Dalam pembuatannya itu kan membutuhkan ubi kayu atau singkong. Nah, nanti kita akan kerja sama dengan petani ubi. Perlu diketahui, briket ini memiliki kandungan energi yang setara dengan batu bara, yaitu sekitar 6.000 kalori,” terang dia.

Armin menambahkan, dengan langkah-langkah ini, DLH Kutai Timur (Kutim) berusaha memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta berkelanjutan.(Ty/Adv-kominfo).

Loading