KUTAI TIMUR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menekan UPT Disdikbud Wilayah II Kaltim agar segera menambah ruang kelas baru di sejumlah sekolah yang terjadi overload jumlah siswa barunya.

Lembaga pendidikan yang mengalami overload jumlah siswa barunya terjadi di sekolah setingkat SMA/SMK di Kecamatan Sangatta. Tepatnya, SMAN 1,2 Sangatta Utara, SMAN 1 Sangatta Selatan, SMAK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 Sangatta Utara.

Mengenai rencana penambahan ruang kelas baru itu, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ramadhani, meminta UPT Disdikbud Wilayah II Kaltim tidak hanya menambah ruang kelas yang disesuaikan dengan kebutuhannya saja. Artinya, harus disesuaikan dengan bonus demografinya.

“Memang kami dari Dewan mendesak UPT Disdikbub Wilayah II Kaltim untuk segera melakukan penambahan ruang kelas baru. Tapi jangan asal disesuaikan dengan jumlah kebutuhannya saja, tetapi harus dilihat dan disesuaikan dengan bonus demografinya,” ucapnya.

Bonus demografi merupakan kondisi yang terjadi saat sebuah daerah memiliki jumlah penduduk usia produktif yang lebih tinggi daripada penduduk usia non-produktif, sehingga pembangunan ruang kelas baru itu harus ditambah dengan jumlah kebutuhan saat ini.

Hal ini bertujuan agar di tahun-tahun mendatang, saat proses PPDB berlangsung, masalah ini tak terulang kembali. Semua siswa bisa terakomodir dan tertampung di sekolah negeri.

“Nah memang harus dilihat dari bonus demografinya. Jangan hanya dilihat sesuai kebutuhan sekarang. Nggak bisa gitu. Justru nanti masalah itu bisa muncul lagi,” kata dia.

Ia juga menambahkan, Dewan mendesak UPT Disdikbud Wilayah II Kaltim untuk mengajukan anggaran penambahan ruang kelas baru ke Pemprov Kaltim pada APBD-P 2023 ini. Harapannya, rencana itu bisa terlaksana di tahun ini dan kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan maksimal. (Ty/Adv-DPRD)

Loading