KUTAI TIMUR – Sebanyak 72 ton beras disiapkan oleh pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) sebagai Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang bertujuan untuk penyediaan pangan untuk penanganan bencana, kerawanan pangan, kondisi darurat, serta menjaga stabilisasi harga pangan di daerah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas ketahanan Pangan (Diskepang) Kutim melalui Sekretarisnya, Bennie Hermawan, saat disinggung terkait persediaan CPP untuk tahun 2023 di Kabupaten Kutim.

“Kami (Diskepang) mengalokasikan sebanyak 72 ton beras yang saat ini kami titipkan di gudang Bulog di Samarinda,” ujarnya.

Bennie menyampaikan, selain beras, CPP juga bisa berbentuk daging ayam maupun sapi, telur dan bahan pangan lainnya, namun saat ini pihaknya masih memilih beras sebagai CPPnya.

“Untuk distribusinya pertahun kami salurkan secara bertahap kepada masyarakat penerima manfaat di 18 kecamatan sebanyak 15 ton dan stok dalam setahun itu tidak boleh langsung dihabiskan, harus ada CPP yang stanby,” ujarnya.

Lebih jauh, dirinya menyebut, CPP adalah persediaan bahan pangan pokok yang disimpan oleh pemerintah dan masyarakat yang dapat dimobilisasi secara cepat untuk keperluan konsumsi maupun menghadapi keadaan darurat dan antisipasi terjadinya gejolak harga.

Kebijakan pemerintah pusat mengenai penyaluran CPP saat ini dinilai tepat. Hal itu sejalan dengan langkah yang diambil oleh pemerintah daerah yang saat ini tengah mendorong semua OPD dan berbagai pihak untuk bersinergi dalam upaya menekan angka inflasi dengan bentuk bantuan pangan.(Tj/Adv-Kominfo).

Loading