KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur juga fokus terhadap dunia pendidikan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memberikan beasiswa kepada peserta didik, mulai jenjang SD hingga SMP.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pun juga mendukung program yang dicanangkan oleh Pemkab Kutim. Namun, dewan mengingatkan agar Pemkab lebih teliti terhadap data peserta didik yang menerima beasiswa.
Hal ini dikatakan oleh Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Kutai Timur, David Rante. Bagi dia, program beasiswa ini memang bagus, namun harus diperhatikan nama-nama peserta didik yang menerimanya, karena ada dua kriteria peserta didik yang bisa menerima beasiswa yakni siswa berasal dari keluarga kurang mampu dan siswa berprestasi.
“Kalau masalah beasiswa itu kami sangat mengapresiasi, tetapi saya juga mengingatkan agar Pemkab jeli dan teliti terhadap data nama penerima beasiswa itu,” kata David.
Menurut David, tujuan utama dari program beasiswa ini adalah sebagai penunjang bagi peserta didik agar belajar yang rajin dan serius, agar bisa mencapai cita-citanya.
Pada tahun 2023 ini, Pemkab Kutim juga sudah mengalokasikan anggaran untuk memberikan beasiswa kepada ribuan peserta didik tingkat SD dan SMP. Biasanya nominal beasiswa yang diberikan untuk jangka waktu selama satu tahun.
“Kalau dikasih beasiswa itu kan, otomatis para peserta didik itu bisa lebih rajin dan giat dalam belajar. Tentu saja, bisa meningkatkan SDM di Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya.
Sekedar diketahui, pada tahun 2023 ini
beasiswa untuk SD diberikan kepada 4.000 siswa/siswi kategori kurang mampu senilai Rp 750.000 per tahun. Sedangkan siswa SMP ada 1.000 siswa/siswi lebih dan pertahunnya menerima beasiswa sebesar Rp 1 juta. (Ty/Adv-DPRD)
![]()

