KUTAI TIMUR – Etika politik mutlak diperlukan bagi perkembangan kehidupan berpolitik, karena etika politik merupakan prinsip pedoman dasar yang dijadikan sebagai pondasi pembentukan dan perjalanan roda pemerintahan.
Etika politik harus menjadi pedoman utama dengan politik santun, cerdas dan menempatkan bangsa dan negara diatas kepentingan partai dan golongan. Dalam berpolitik pun harus mengedepankan etika dan moral. Salah satunya ditandai dengan kedewasaan saat berdialog dan juga dapat menomorduakan kepentingan pribadi atau kelompok.
Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Kutai Timur (Kutim), H Arfan. Pada momen jelang Pemilu 2024, ia mengajak masyarakat untuk memiliki etika politik yang bagus. Artinya, harus memahami politik santun, cerdas dan menempatkan kepentingan negara diatas kepentingan partai, golongan dan kepentingan pribadi.
“Nah kali ini soal politik santun, masyarakat di Kabupaten Kutai Timur saya ajak untuk mewujudkan hal itu. Artinya, harus paham betul apa itu politik santun, yang mana muaranya itu bertujuan untuk mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang,” kata Arfan.
Menurut dia, masyarakat harus memahami politik yang santun serta pentingnya hidup berdemokrasi agar tercipta suasana yang aman dan kondusif. Pada intinya masyarakat harus bisa saling memahami, saling menghargai dengan orang lainnya. Harapannya, agar tidak menimbulkan perselisihan hanya karena mereka berbeda pilihan.
Dalam pelaksanaan Pemilu 2024, calon legislator itu pun juga punya tujuan yang sama yakni mengembangkan dan memajukan wilayah Kabupaten Kutai Timur, sehingga masyarakat harus saling menghargai masing-masing pilihan setiap orang.
“Intinya itu memang harus saling menghargai, saling memahami. Nggak masalah beda pilihan, yang penting jangan saling ejek dan lain sebagainya. Toh semua caleg itu punya tujuan yang sama yakni mengembangkan dan memajukan wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim),” tandasnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, pelaksanaan Pilkada berpotensi lebih besar terjadinya gesekanbapabila dibanding Pileg dan Pilpres. Ia menilai, pertarungan yang seru pada Pemilu 2024 akan berlangsung di DPRD tingkat kabupaten/kota, hal itu bisa dilihat banyaknya baliho para Caleg yang bertebaran di setiap tempat. Selain itu, menurut dia, tim sukses atau pemenangan juga harus lebih dewasa dan juga ikut dalam memberikan pendidikan politik santun pada masyarakat tentang Pemilu yang baik.
Ia juga berharap penyelenggara Pemilu harus tegas dalam menerapkan aturan dan tindak tegas kepada siapapun yang melanggar aturan tersebut. (Ty/Adv-DPRD)
![]()

