KUTAI TIMUR – Satu hal yang membuat miris dan memprihatinkan, yakni belum semua rumah warga di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menikmati listrik dari PLN. Kondisi ini tidak seimbang dengan makin berkembang perekonomian di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Hal ini dibenarkan oleh Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), H Arfan. Selain masalah air bersih, pihaknya juga sering menerima aduan dari masyarakat soal ini. Saat ia menggelar reses, banyak masyarakat yang mengusulkan agar rumah mereka bisa segera teraliri listrik dari PLN dan bisa menikmati penerangan yang memadai.
“Selain masalah air bersih, kami memang sudah sering mendengar aduan dari masyarakat soal sejumlah daerah di Dapil II itu belum menikmati aliran listrik dari PLN sampai saat ini,” ujarnya.
Menurut dia, sebagai wakil rakyat pihaknya tidak bisa berbuat banyak, yang bisa ia lakukan hanya mendorong Pemkab dan PLN agar sesegera mungkin menindaklanjuti persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat.
Terkait dengan hal ini, DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sudah beberapa kali menggelar rapat dengan Pemkab dan PLN untuk membahas hal ini. Namun, belum semua usulan bisa terealisasi, artinya dilakukan secara bertahap. Utamanya di daerah pemilihan (Dapil) II meliputi Bengalon, Sangatta Selatan, Teluk Pandan dan Rantau Pulung.
“Memang ini menjadi usulan prioritas di Kabupaten Kutai Timur. Namun, tidak bisa serta merta langsung bisa direalisasikan, semuanya itu bertahap. Kami akan terus mendorong Pemkab dan PLN untuk merealisasikan hal ini,” ucapnya.
Sekedar diketahui, pada bulan April 2023 yang lalu, Bupati Kutai Timur (Kutim) menggelar rapat dengan PT PLN ULP Sangatta dan para camat untuk membahas masalah tersebut. Dalam pertemuan itu disepakati, bahwa di tahun 2024 mendatang semua desa dan kelurahan di Kabupaten Kutai Timur bakal teraliri listrik. (Ty/Adv-DPRD).
![]()

