KUTAI TIMUR – Program jangka panjang yang akan diterapkan di Kabupaten Kutai Timur adalah seluruh pelayanan akan bertransformasi ke digital. Salah satunya adanya tentang pengamanan data kearsipan. Untuk mendukung program tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kutai Timur juga melakukan beberapa upaya agar program itu nantinya bisa berjalan secara maksimal.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kutai Timur, Ayub Bid mengungkapkan, untuk saat ini Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Dinas Perpustakaan dan Keasripan serta seluruh OPD di Kabupaten Kutim belum memiliki keahlian dalam melakukan pengamanan data kearsipan. Sehingga, untuk menunjang hal tersebut, pihaknya bakal melakukan pelatihan dan pembinaan kepada petugas arsip yang ada di masing masing OPD.

“SDM yang ada saat ini belum memiliki keahlian untuk melakukan pengamanan data kearsipan. Jadi, kami masih perlu memberikan bimbingan teknis atau pembinaan kepada masing-masing petugas yang ada di setiap OPD,” ungkap dia.

Menurut Ayub, selain itu jumlah petugas arsip di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sendiri juga sebenarnya masih kurang. Oleh karena itu, pelaksanaan bimtek tidak hanya diberikan kepada petugas kearsipan, tetapi juga akan menyasar ke pegawai atau karyawan yang lainnya.

Pada intinya, kegiatan bimtek ini diberikan untuk memberikan penekanan kepada seluruh peserta bahwa kegiatan pengamanan data kearsipan itu dilindungi oleh undang-undang. Sehingga, harus dipertanggungjawabkan dan dalam melakukan tugas tersebut harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kalau bicara soal SDM, kita itu masih kekurangan. Jadi kegiatan bimtek ini juga kami berikan kepada pegawai atau karyawan lain yang bukan tenaga kearsipan,” ucap dia.

Ia berharap, upaya yang ia lakukan ini bisa berjalan dengan baik, dan ketika transformasi digital diterapkan, seluruh masyarakat di Kabupaten Kutai Timur sudah siap. (Ty/Adv-Dispusip)

Loading