KUTAI TIMUR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengaku memang selama ini kinerjanya belum bisa dilakukan secara maksimal karena terkendala dengan jumlah anggaran yang diberikan dan juga jumlah tenaga atau personel.
Meski begitu, Kepala Satpol PP Kabupaten Kutai Timur, Didi Herdiansyah, mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut. Saat ini, Satpol PP sedang fokus menjalankan dua program yakni program rutin dan temporer. Program rutinnya berupa penegakan perda, sedangkan program temporernya adalah bersiap menghadapi pelaksanaan Pemilu 2024.
“Ada dua program yang sedang fokus kami kerjakan saat ini. Progam rutin dan juga program temporer. Yang rutin itu soal penegakan perda dan yang temporer kami sedang bersiap untuk menghadapi Pemilu 2024,” ucap Didi Herdiansyah.
Menurut dia, program rutin berupa penegakan perda biasanya dilakukan atas kerja sama dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang ada di Kabupaten Kutai Timur. Contohnya soal penertiban baliho, Pedagang Kaki Lima (PKL) dan lain sebagainya.
Sementara itu, soal kesiapan menghadapi Pemilu 2024. Satpol PP Kabupaten Kutai Timur tengah mempersiapkan sejumlah hal, seperti petugas Satlinmas dan melakukan mitigasi pengawasan yang dimaknai sebagai upaya untuk mendeteksi potensi kerawanan dalam proses pengawasan pemilu dan pemilihan, tujuannya untuk memaksimalkan kerja-kerja pengawasan dan meminimalisasi potensi pelanggaran dalam setiap tahapan.
“Selain fokus untuk penertiban perda, saat ini kami juga sedang menyiapkan sejumlah hal untuk mendukung pelaksanaan pesta demokrasi atau Pemilu 2024 mendatang,” ujarnya.
Didi menambahkan, meskipun anggaran dan jumlah personel di Satpol PP terbatas, pihaknya tetap mementingkan kinerjanya terlebih dahulu. Artinya, pelayanan publik tetap menjadi prioritas dan dilakukan semaksimal mungkin. (Ty/Adv-kominfo)
![]()

