KUTAI TIMUR – Menanggapi masalah yang terjadi di Koperasi Kongbeng Lestari, Dinas Koperasi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengaku bahwa pihaknya kecolongan saat melakukan pengawasan dan pemantauan.

Karena selama ini, Dinas Koperasi Kabupaten Kutai Timur tak mendapat alokasi anggaran yang besar. Sehingga, program kerjanya tak bisa dijalankan secara maksimal. Salah satu contohnya adalah pengawasan dan pembinaan koperasi.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur dari Fraksi PDI-P, Faisal Rachman, mengaku akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada Dinas Koperasi untuk mengusulkan tambahan anggaran ke Pemkab Kutim.

“Tentu saja kami akan membantu Dinas Koperasi agar bisa mendapat tambahan anggaran. Karena selama ini saya nilai, kinerja Dinas Koperasi utamanya untuk pengawasan dan pembinaan koperasi belum maksimal. Apalagi, saat ini ada masalah yang timbul di Koperasi Kongbeng Lestari,” ucap dia.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur berkomitmen agar seluruh koperasi dalam kondisi yang sehat dan mencegah masalah di Koperasi Kongbeng Lestari tak terjadi kembali.

Faisal menegaskan, Dinas Koperasi itu tugasnya membina koperasi agar sehat, memantau agar tetap melakukan kewajibannya seperti Rapat Anggota Tahunan (RAT), serta bisa mendeteksi jika di sebuah koperasi terjadi polemik ataupun masalah.

“Dinas Koperasi itu punya kewajiban untuk membina koperasi agar sehat, bisa melakukan kewajibannya dan bisa juga mendeteksi jika terjadi polemik atau masalah disana,” tegas dia.

Sementara itu, terkait masalah di Koperasi Kongbeng Lestari, sampai saat ini masih diupayakan bisa diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah mufakat.(Ty/Adv-DPRD)

Loading