SAMARINDA – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia (RI) menggelar Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi Komunikasi (Bimtek SPP-TIK) sebagai upaya Capacity Building di Hotel Swiss-Belhotel.
Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi bagi para pengelola perpustakaan dalam meningkatkan layanan perpustakaan.
Sehingga menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing serta memberikan keunggulan positif bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim, Muhammad Syafranuddin mengungkapkan Bimtek SPP-TIK tingkah provinsi ini sebagai sarana pembinaan kepada pengurus perpustakaan di kabupaten/kota yang menjadi penerima Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) di tahun anggaran berjalan ini.
“Untuk mengembangkan perpustakaan ditempat mereka, kadang orang tidak tertarik ke perpustakaan karena membosankan. Namun disini ada beberapa strategi bagaimana meningkatkan minat dan kunjungan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, pria yang akrab disapa Ifan itu mengaku, Bimtek SPP-TIK ini diqdesain untuk memperkuat kemampuan pengelola perpustakaan dalam mengevaluasi pilihan kebijakan dan implementasi kebijakan program TPBIS secara efektif.
Berfokus pada Knowledge Transfer, perpustakaan yang dahulu tercermin sebagai gudang buku yang senyap dan sepi pengunjung ini, didorong melibatkan masyarakat dalam menjalankan agenda.
“Tujuan diselenggarakannya TPBIS ini secara umum terangkum dalam arah kebijakan Perpusnas tahun 2020-2024, yaitu, peningkatan SDM melalui penguatan budaya literasi dan pemasyarakatan budaya kegemaran membaca,” imbuhnya.
Ifan juga menuturkan, publikasi dan penguatan konten literasi serta transformasi perpustakaan dalam segala kegiatan bisa meningkatkan lagi jumlah kunjungan dan ketertarikan masyarakat.
Sebab, rasanya akan sia-sia apabila dalam menjalankan program atau terobosan tanpa adanya publikasi, masyarakat tidak akan tahu.
“Serta melalui peningkatan akses dan kualitas layanan berbasis inklusi sosial bagi terwujudnya masyarakat berpengetahuan, inovatif, kreatif dan berkarakter,” jelasnya.
Secara spesifik, tujuan TPBIS adalah terciptanya masyarakat sejahtera melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.(Ai/Adv-Dispusip)
![]()

