KUTAI TIMUR – Rencana pembangunan Jembatan Timbang di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sampai saat ini belum juga terealisasi. Padahal wacana atau rencana ini sudah digaungkan sejak beberapa tahun yang lalu.

Ada beberapa hal yang membuat rencana ini tak kunjung terealisasi. Selain kewenangannya berpindah ke Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Provinsi Kalimantan Timur. Masalah lahan yang akan digunakan untuk membangun Jembatan Timbang hingga kini belum juga menemukan kesepakatan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, Joko Suripto mengungkapkan, sebenarnya sudah ada dua lokasi yang dijadikan pilihan untuk membangun Jembatan Timbang, yakni berada di daerah Sukarahmat.

“Memang sudah ada dua lokasi yang menjadi alternatif untuk membangun Jembatan Timbang. Tetapi memang sampai sekarang kami masih mengalami sejumlah persoalan atau kendala,” ungkap dia.

Joko menyebut, setelah dilakukan survei di lapangan, dua pilihan lokasi untuk dibangun Jembatan Timbang ini ternyata lahannya milik warga sekitar. Mereka menolak dan tak mau menjual lahannya. Padahal, petugas atau tim dari Dishub dan BPTD sudah memberikan penjelasan tentang harga jual lahan itu dan keperluan lahan itu digunakan. Namun, pemilik lahan itu menolak tawaran tersebut.

Menurut dia, sebenarnya hal ini merupakan keberuntungan bagi tim dan petugas. Sebab, sudah sejak awal permasalahan itu diketahui dan bisa dicarikan solusi atau diselesaikan saat itu juga. Tetapi, jika petugas sudah langsung melakukan pembebasan lahan dan melakukan proses pembangunan, selanjutnya masalah itu muncul di kemudian hari, maka proses penyelesaian masalah akan lebih rumit lagi.

“Ada namanya pendekatan masyarakat, mereka tidak mau menjual lahannya, padahal lokasinya strategis dan titiknya bagus. Ada juga untungnya sebenarnya, kalau dibebaskan saat itu yang ada malah sia-sia lagi,” tutur dia.

Sekedar diketahui, BPTD Provinsi Kalimantan Timur pun juga sudah meminta kepada Dishub Kabupaten Kutai Timur untuk melakukan pengkajian lebih mendalam soal rencana pembangunan Jembatan Timbang. (Ty/Adv-Kominfo)

Loading