KUTAI TIMUR – Produksi sampah yang dihasilkan masyarakat di Kabupaten Kutai Timur kian hari terus mengalami peningkatan. Menindaklanjuti hal itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap sampah, PT Bumi Resource TBK (BUMI) melalui anak usahanya PT Kaltim Prima Coal (KPC) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mendirikan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Prima Sangatta ECO Waste.

Dimana, di TPST ini dilakukan proses daur ulang sampah yang mana dalam jangka panjang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat sekitar.

Meskipun baru berjalan selama satu tahun, namun keberadaan TPST sudah nampak manfaatnya yakni mengurangi jumlah sampah yang dimasukan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batota.

“Didirikan TPST ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap sampah di Kabupaten Kutai Timur. Meski baru berjalan selama satu tahun, keberadaan TPST sudah terlihat ada manfaatnya,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Armin.

Menurut Armin, sebelum ada TPST, sampah yang dihasilkan di Sangatta dikirimkan ke TPA Batota. Karena lokasinya cukup jauh, harus menggunakan kendaraan dump truck dan biasanya kendaraannya harus bergantian. Sedangkan saat dibawa ke TPST cukup menggunakan kendaraan roda tiga.

Hal ini membuktikan, jika keberadaan TPST sangat membantu menangani sampah di Kabupaten Kutim. Terobosan yang dilakukan oleh TPST ini sangat baik dan bermanfaat bagi pengelolaan sampah yang didaur ulang. Dengan adanya TPST ini juga bisa mengurangi mobilisasi sampah yang akan dibuang ke TPA Batota.

“Biasanya kan kalau dikirim ke TPA harus pakai dump truck dan sekarang cukup dengan kendaraan roda tiga, sehingga bisa mengurangi mobilisasi sampah yang dibuang ke TPA,” ucap dia.

Ia menambahkan, dalam jangka waktu yang panjang jika masing-masing Kecamatan juga memiliki TPA, maka bisa mengatasi masalah sampah yang sering terjadi di Kabupaten Kutai Timur. Termasuk keberadaan TPST yang juga membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. (Ty/Adv-Kominfo)

Loading