KUTAI TIMUR – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memiliki satu strategi dalam upaya pengendalian perubahan iklim di Indonesia. Yaitu melalui pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim).

Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan program berlingkup nasional yang dikelola oleh KLHK dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca, serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan, yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi di masing-masing wilayah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur, Armin, menuturkan, sampai saat ini sudah terbentuk puluhan Kampung Iklim di Kabupaten Kutai Timur dan tersebar merata di semua Kecamatan.

“Terkait dengan Kampung Iklim di Kabupaten Kutai Timur sudah banyak yang terbentuk dan jumlahnya mencapai puluhan. Keberadaan Kampung Iklim ini merata dan menyebar hampir di semua Kecamatan,” tutur dia.

Armin menyebut, untuk menjalankan program di masing-masing Kampung Iklim pihaknya meminta kepada pengelola untuk bermitra atau kerja sama dengan perusahaan yang ada di daerah setempat. Artinya, meminta dukungan dari perusahaan baik segi materil, formil dan lain sebagainya.

Sehingga, dengan komunikasi yang baik antara pengelola kampung iklim dengan pihak perusahaan maka diharapkan semua program dan tujuan didirikan kampung iklim itu bisa tercapai.

“Harus bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan yang ada di daerah setempat. Paling tidak meminta dukungan, kan bisa memberikan bantuan berupa sarpras ataupun keperluan yang lainnya,” ucap dia.

Lebih lanjut ia menambahkan, berdasarkan pantauan di lapangan ia melihat sudah ada beberapa kampung iklim di Kabupaten Kutai Timur yang sudah bekerjasama dan bermitra dengan perusahaan. Seperti dengan PT KPC, Pama Persada dan lainnya. (Ty/Adv-Kominfo)

Loading