BANYUWANGI : Peringatan Hari Kearsipan ke-52 tahun 2023 Tingkat Nasional diselenggarakan di Blambangan Ballroom Hotel El-Royal Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Terpilihnya Banyuwangi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Hari Kearsipan ke-52 berdasarkan hasil Executive Board Meeting peringatan Hari Kearsipan ke-51 di Provinsi Riau.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, mengucapkan terima kasih kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang telah memilih Kabupaten Banyuwangi sebagai tuan rumah penyelenggaraan puncak perayaan Hari Kearsipan ke-52.
“Kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Banyuwangi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada ANRI yang telah memilih Kabupaten Banyuwangi untuk penyelenggaraan Hari Kearsipan ke-52. Kedatangan Bapak/Ibu menjadi salah satu kontribusi dalam pemulihan ekonomi di Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.
Ipuk Fiestiandani menyampaikan, pentingnya tata kelola kearsipan yang efektif dan efisien dapat menjadikan data-data di pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat terintegrasi. Tata kelola arsip ini juga akan berdampak positif pada unit kerja, termasuk hasil pengawasan kearsipan. Sebagai informasi, berdasarkan hasil pengawasan kearsipan tahun 2022, Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan nilai pengawasan kearsipan.
“Peningkatan nilai hasil pengawasan kearsipan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang sebelumnya pada tahun 2021 mendapatkan nilai 37,5 dan hasil pengawasan kearsipan tahun 2022 menjadi 68,8. Ini berkat komitmen seluruh SKPD yang meningkat,” jelas Ipuk Fiestiandani. Banyuwangi terus berupaya untuk meningkatkan tata kelola kearsipan. Beberapa di antaranya adalah menerapkan Aplikasi SRIKANDI serta pendampingan tenaga kearsipan di unit kerja masing-masing.
Sementara itu Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Imam Gunarto, dalam laporan pembukaan puncak acara tersebut menyampaikan bahwa tema tersebut sejalan dengan program nasional, di mana program kearsipan memiliki dua impact, yaitu mendorong percepatan reformasi birokrasi yang maju dan mendorong pemajuan kebudayaan melalui terbentuknya memori kolektif bangsa dan peradaban yang unggul.
“Bangsa kita terkenal sebagai bangsa pelupa, satu-satunya jalan untuk mengatasinya adalah dengan membangun kearsipan sebagai pusat memori kolektif bangsa. Banyak masyarakat yang tercerabut dari memori desa dan daerahnya, tercerabut dari memori kebangsaannya. Banyak anak-anak bangsa yang hidup di Indonesia, tetapi memorinya berbeda dan bukan Indonesia. Jika ini kita biarkan, maka bangsa kita akan mengalami kekeroposan dari dalam. Saya sangat yakin bahwa gerakan kearsipan untuk mengembalikan dan menjaga memori kolektif bangsa adalah peperangan sesungguhnya, kita hari ini,” papar Imam Gunarto.
Pada kesempatan yang sama, Imam Gunarto juga menyampaikan maksud dan tujuan penyelenggaraaan Hari Kearsipan ke-52 yakni dapat mengambil marwah perjuangan kearsipan yang dilakukan oleh para pendahulu dan kemudian meneladaninya. Komunitas kearsipan diharapkan dapat meneguhkan dan memperkokoh kembali niat untuk menyelenggarakan kearsipan yang lebih baik dalam mendukung visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden RI.
Sebagai informasi, Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur terpilih sebagai hasil kesepakatan para Kepala Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi se-Indonesia pada peringatan Hari Kearsipan ke-51 di Pekanbaru, Riau. Peringatan Hari Kearsipan ke-52 tahun 2023 ini juga dilaksanakan tidak terlepas dari tujuan untuk meningkatkan sinergi seluruh pemangku kepentingan Bidang Kearsipan di tingkat kementerian/lembaga/daerah/BUMN/PTN untuk melaksanakan tertib arsip, transformasi digital kearsipan, dan memori kolektif bangsa
Dalam acara puncak hari Arsip Nasional yang dirangkai dengan Rapat Koordinasi Nasional Kearsipan tahun 2023 ini yang dibuka oleh Menpan-RB juga diserahkan beberapa penghargaan diserahkan oleh Kepala ANRI bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Annas kepada 31 Pencipta Arsip kepada di Blambangan Ballroom, Hotel El Royale, Banyuwangi Jawa Timur.
Sebagai informasi, pada tahun anggaran 2022, telah dilaksanakan pengawasan kearsipan terhadap 79 kementerian/lembaga, 8 Perguruan Tinggi Negeri, 5 Badan Usaha Milik Negara, 34 provinsi dan 422 kabupaten/kota yang secara keseluruhan berjumlah 548 instansi.
Adapun jumlah indeks pengelolaan arsip diperoleh dari penjumlahan dari rerata nilai hasil pengawasan kearsipan pada kementerian/lembaga, provinsi dan kabupaten/kota dengan hasil Indeks pengelolaan arsip tahun 2021 adalah pada 56,9 atau kategori CC, sedangkan pada Tahun 2022 adalah 61,13 atau pada kategori B.
Dalam acara puncak peringatan Hari Kearsipan ke-52 ini ditandai dengan pemukulan alat Rebana oleh Kepala ANRI, Imam Gunarto, Menteri PAN-RB, Abdullah Azwar Anas dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. Juga dihadiri Pimpinan Unit Kearsipan pada Kementerian/Lembaga, Pimpinan Lembaga Kearsipan Provinsi, Pimpinan Lembaga Kearsipan Kabupaten/Kota, Perwakilan Pimpinan Lembaga Kearsipan Perguruan Tinggi Negeri, serta Perwakilan Pimpinan Unit Kearsipan BUMN.
Tampak hadir diantara undangan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) provinsi Kalimantan Timur H. Muhammad Syafranuddin, dan beberapa kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur. (*/mun/Adv-Dispusip)
![]()

