KUTAI TIMUR – Secara bertahap Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus memaksimalkan program pembangunan infrastruktur dasar masyarakat. Antara lain pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, untuk memudahkan akses satu wilayah dengan wilayah yang lain. Tujuannya tak lain untuk membuka isolasi antar desa.

Program pembangunan jembatan dan jalan ini juga yang menjadi harapan Camat Telen, Petrus Ivung, untuk bisa dilaksanakan tahun 2023 ini. Dijelaskan olehnya, untuk di Kecamatan Telen memang pembangunan yang sangat diperlukan adalah infrastruktur. Pertama jalan poros masuk ke Telen sejauh 6 kilometer (Km) dari 24 kilometer yang direncanakan. Kedua adalah jembatan dan ketiga Kantor Kecamatan Telen, serta Kantor Camat yang perlu dibangun karena sudah termakan usia.

“Kalau Kantor Camat sudah ada tapi sudah tua dan lapuk,” kata Camat Petrus Ivung.

Dia mengaku pembangunan jembatan merupakan program Kecamatan Telen yang sangat diperlukan karena akan menghubungkan semua desa dengan kecamatan. Jembatan Sungai Telen yang rencananya akan dibangun tahun ini memiliki panjang sekitar 100 meter.

“Bisa dilalui kendaraan besar dan berada di dua desa yaitu Muara Pantun dan Desa Juk Ayaq,” sebutnya.

Dia berharap program tersebut segera dilaksanakan. Menurut dia, Bupati sudah menyampaikan hal itu saat Musrembangcam, bahwa anggarannya sudah ada tahun 2023. Untuk jembatan, jalan poros dan beberapa kegiatan akan dilaksanakan pada 2023 ini.

Terlebih Pemkab dan DPRD Kutim sudah setuju mengalokasikan dana APBD Kutim untuk pembangunan di Telen tahun ini sebesar Rp 31,082 miliar. Kalau jembatan tersebut sudah dibangun, dia optimis ekonomi akan semakin meningkat dan kesejahteraan masyarakat juga semakin baik.

Dalam Musrembangcam Telen pada Maret 2023 lalu, disampaikan oleh Bupati bahwa Kecamatan Telen 2023 ini mendapatkan porsi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 31,082 miliar. Anggaran Rp 31,082 miliar itu bersumber dari APBD II Kutim tahun 2023 untuk membiayai beberapa kegiatan pembangunan. Salah satunya penyelesaian sejumlah infrastruktur baik di kecamatan maupun desa. Anggaran terbesar yakni penyelesaian Jembatan Telen yang merupakan usulan utama kecamatan tahun ini. Saat itu Bupati memerintahkan, sebelum kegiatan perbaikan jalan dilaksanakan Dinas PUPR, lebih dulu melakukan Penanganan pada jalan-jalan yang berlubang. (Fj/Adv-Kominfo)

Loading