SAMARINDA – Tugas pustakawan tidak hanya sebatas penyusun dan mendata buku saja. Pustakawan juga dituntut mampu membuat suatu program serta terobosan yang mampu atau bisa membuat Pemustaka atau pengunjung dan pengguna perpustakaan baik pelajar, mahasiswa atau masyarakat sering mengunjungi perpustakaan dan mencintai perpustakaan. Perpustakaan juga harus membuat nyaman pemustaka dalam membaca dan juga harus memiliki ruang dan pelayanan nyaman sehingga betah ke perpustakaan.

Dalam upaya tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur menyediakan doorprize bagi pengunjung yang akan diundi pada saat Hari Ulang Tahun DPK pada tanggal 19 Desember 2023 mendatang.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Syafranuddin, saat ditanya mengenai adanya doorprize yang dipajang di depan pintu masuk gedung Perpustakaan mengatakan upaya ini sebagai perangsang agar pemustaka rajin ke Perpustakaan. “Pustakawan harus kreatif menciptakan berbagai ide metode, guna menarik dan memacu minat pemustaka dengan tujuan agar menjadikan membaca sebagai budaya ditengah masyarakat, apalagi pelajar dan mahasiswa,” jelas Ivan panggilan Akrab Muhammad Syafranuddin saat ditemui media ini beberapa waktu lalu.

“Jadi doorprize itu untuk merangsang pengunjung. Kita sedang siapkan kupon doorprizenya. Jadi setiap pengunjung pemustaka yang mempunyai anggota perpustakaan jika melakukan peminjaman buku kita akan berikan satu kupon doorprize. Semakin rajin, semakin banyak peluang untuk bisa membawa pulang hadiah doorprize yang akan kita undi pada saat HUT Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tanggal 19 Desember 2023 nanti,” jelas Ivan.

Tampak dipajang hadiah doorprize yang disiapkan antara lain ada sepeda, mybook, motor listrik dan beberapa hadiah hiburan lainnya. “Kita menepis pradigma bahwa pustakawan hanya menjaga buku saja, sebenarnya kreativitas bisa lahir dari putakawan karena seorang pustakawan dituntut mampu membuat program serta terobosan yang mampu membuat pustawakan sering mengunjungi perpustakaan, antara lain dengan program doorprize,” jelasnya.

Karena menurut Ivan, prinsip utama pustakawan yang kreatif adalah melayani pengunjung sebaik mungkin layaknya raja yang harus disediakan dan dipenuhi semua kebutuhan dan keingginannya. Memperlakukan pengunjung dan khususnya anggota perpustakaan sebagai aset penting perpustakaan untuk meningkatkan kemajuan perpustakaan.

“Tanda keberhasilan perpustakaan adalah manakala banyak pengunjung memanfaatkan koleksi yang tersedia. Perpustakaan ini gudang ilmu, manakala pustakawan punya inspiratif bisa dengan cermat memanfaatkan sumber daya pustaka yang ada dengan apik. Tidak sedikit pekerja di perpustakaan, bisa sebagai penulis, konsultan informasi, analisis informasi bahkan menjadi seorang pengusaha. Demikian juga bisa menjadikan pemustaka menjadi seorang entrepreneur dan bisa mendapatkan peluang bisnis yang diciptakan atas fasilitasi pustakawan,” terang Ivan. (mun/Adv-Dispusip)

Loading