KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Piter Palinggi, tidak menampik akan keberadaan tenaga honorer yang memang masih sangat dibutuhkan terutama di daerah, guna membantu pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Tenaga honorer itu ada, karena memang kebutuhan,“ jelasnya ditemui usai rapat dengan Mitra Kerja di Kantor DPRD, Jumat (8/7/2022).
Politisi dari partai Nasional Demokrat (Nasdem), juga meminta agar Pemkab Kutim bisa memberikan perhatian, khususnya kepada mereka yang hanya memiliki ijasah SMA, mengingat sesuai regulasi yang di tetapkan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemPANRB) jenjang pendidikan yang ditetapkan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pekerja Pemerintah dengn Kontrak Kerja (P3K) minimal Strata (S1).
Kemudian, dirinya juga meminta agar Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim selaku instansi daerah yang membidangi kepegawaian untuk bisa memberikan penjelasan kepada Kementrian terkait, tentang kondisi yang dihadapi oleh pemerintah daerah mengenai tenaga honorer.
“Bahwa di Kutim ini, banyak tenaga honor yang tamatan SMA dan sudah mengabdi puluhan tahun. Ini yang perlu meraka (Pusat) tahu,“ terangnya.
Katanya, sebagai salah satu bentuk perhatian dan komitmen untuk tetap mempertahankan tenaga honorer, Piter menjelaskan, DPRD dan Pemerintah Daerah juga sudah melakukan beberapa kali pertemuan guna membahas rumusan yang tepat untuk mengupayakan agar tenaga honorer tetap bisa diakomodir untuk menjadi PNS maupun Pekerja Pemerintah dengan Kontrak Kerja (P3K).
“Mereka (Pusat) harus tahu bahwa di Kutim ini masih sangat membutuhkan tenaga honorer, sangat wajar kalau kita (DPRD dan Pemkab Kutim) perjuangkan,“ tegasnya. (adv-DPRD/Tj)
![]()

