KUTAI TIMUR – Wajah Agusriansyah Ridwan S.IP., M.Si nampak begitu sumingrah saat menyaksikan santri-santriwati yang mengikuti prosesi wisuda ke-7 yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Sangkulirang pada minggu kedua Juni 2022 lalu.

Kegiatan yang digelar oleh Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) Sangkulirang tersebut, menjadi momentum yang mengingatkan tokoh politik asal pesisir tersebut mengenai pentingnya agama sebagai pondasi utama bagi anak-anak untuk menghadapi masa depan cerah.

Agusriansyah takjub dengan semangat 405 santri/santriwati dari 27 TK/TPA se-Sangkulirang yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat plus juga kehadiran orang tua dan kerabat mereka dalam acara yang dihadiri pula oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan tersebut.

Anggota DPRD Kutim Dapil Sangkulirang Agusriansyah mengatakan BPRMI mencetak generasi-generasi Al-Qur’an sejak dini, sehingga anak-anak di pesisir menjadi cinta dan mengaplikasikan kandungan hikmah dalam ayat suci sebagai inspirasi kehidupan.

“Tiga tahun tidak melaksanakan kegiatan wisuda akibat COVID-19, tentu apa yang dilakukan DPK BKPRMI Sangkulirang amatlah luar biasa. Saya sangat mengapresiasi usaha semua pihak dalam menggiatkan semangat membaca Al-Quran dikalangan anak-anak,” tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Menurutnya menyiapkan generasi Qurani sejak dini jelas juga berarti mempersipakan ahlak, moral, hingga etika anak-anak untuk masa depannya kelak. Dengan demikian tak salah jika BKPRMI jadi ujung tombak pembentuk generasi qurani, dan ini amat luhur serta mulia.

Sementara Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, ingatan tentang orang tua yang membaca Al-Quran, akan melekat kuat hingga anak-anak tumbuh dewasa. Kekuatan Al-Quran akan mampu mengingatkan kenangan seseorang ketika kecil saat belajar mengaji.

“Para orang tua jangan jenuh, jangan capek memberikan pendampingan dalam mengaji Al-Quran. Terimakasih kepada BKPRMI yang terus mengajari anak-anak dari kecil hingga besar. Generasi Al-Quran, estapet keislaman di masa depan,” terang Bupati Kutim. (ADV-DPRD/Ron)

Loading