LOMBOK BARAT — Suasana mencekam menyelimuti perairan Selat Lombok pada Rabu (12/6/2026) dini hari. Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin mendadak dilalap si jago merah di tengah laut saat dalam perjalanan rute Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Di tengah gulita malam dan kepanikan luar biasa, sebanyak 106 nyawa penumpang berhasil diselamatkan lewat operasi evakuasi gabungan yang berlangsung dramatis.
Berdasarkan data yang dihimpun Kantor SAR Mataram, insiden mengerikan ini bermula tepat pukul 04.15 WITA. Hanya berselang 24 menit kemudian, laporan darurat masuk ke posko SAR pada pukul 04.39 WITA, yang langsung direspons cepat dengan mengerahkan armada penuh ke titik lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, membeberkan bahwa proses penyelamatan melibatkan armada laut dan udara secara masif. Operasi ini merupakan bentuk kolaborasi lintas instansi yang bergerak cepat demi meminimalisasi jatuhnya korban jiwa.
“Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi,” ungkap Hariyadi sebagaimana dikutip dari Antara.
Evakuasi Lintas Jalur dan Wilayah
Berkat kesigapan tim gabungan yang terdiri dari SAR Mataram, SAR Denpasar, TNI AL melalui KAL Lembar, Polres Lombok Barat, Polairud, Syahbandar Pelabuhan Lembar, hingga bantuan kapal yacht yang melintas serta nelayan setempat, ratusan penumpang berhasil dievakuasi terbelah ke dua pulau tujuan.
Dari Total 106 Jiwa Yang Selamat:
- 30 orang dievakuasi menggunakan KMP Port Link menuju Pelabuhan Padangbai, Bali.
- 59 orang dievakuasi menggunakan KN SAR Arjuna 220 ke Pelabuhan Lembar, Lombok.
- 17 orang diselamatkan menggunakan kapal milik TNI AL menuju Pelabuhan Lembar.
Tidak hanya mengandalkan armada permukaan laut, operasi penyelamatan ini turut diperkuat oleh pantauan dan penyisiran dari udara menggunakan helikopter milik SGi Air Bali untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di tengah laut.
Hingga berita ini diturunkan, fokus utama tim SAR gabungan masih terkonsentrasi pada penanganan korban selamat serta sterilisasi area sekitar insiden di Selat Lombok.
Publik kini menanti investigasi lanjutan terkait penyebab pasti kebakaran hebat yang hampir merenggut ratusan nyawa di tengah laut tersebut.(*/mn)
![]()

