SAMARINDA – Harapan baru bagi penguatan ekonomi masyarakat di Kalimantan Timur mulai berhembus melalui wacana optimalisasi pengelolaan sumur minyak bumi idle atau tua. Hal ini mengemuka dalam acara “Temu Bisnis: Pengelolaan Sumur Migas oleh Koperasi/BUMD untuk Keberlanjutan Ekonomi Kaltim” yang digelar di Aula Odah Etam, komplek Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (10/2/2026).
Acara yang digagas oleh Beritakaltim bersama Pemprov Kaltim dan SKK Migas tersebut menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat langsung dalam industri hulu migas. Irwansyah, Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Sungai Seluang, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan optimisme tinggi terhadap potensi besar yang tersimpan di wilayah Samboja.

Menurut Irwansyah, Samboja memiliki sejarah panjang industri migas sejak zaman eksploitasi perusahaan asing (Expan) yang kini asetnya telah beralih ke Pertamina. Ia memaparkan bahwa titik-titik sumur tua tersebar luas mulai dari daerah Margo Mulyo hingga Sangasanga.
Secara khusus, Irwansyah mengonfirmasi keberadaan aset tersebut di wilayah administrasinya.
“Di Kelurahan Sungai Seluang juga ada bekas sumur-sumur tersebut, lebih kurang 10 sumur minyak yang tidak lagi digarap oleh Pertamina,” ungkap Irwansyah Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Sungai Seluang kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara didampingi Sunandar (Ketua Bidang Usaha) dan Rohis
(Ketua Bidang Anggota) sela-sela acara.

(Ketua Bidang Anggota).(foto: mun)
Ia menilai kawasan tersebut merupakan lahan produktif yang memiliki nilai ekonomis tinggi jika dikelola dengan regulasi yang tepat.
Menanggapi peluang tersebut, Koperasi Merah Putih Sungai Seluang menyatakan kesiapannya, terutama karena didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berpengalaman di industri migas. Irwansyah menegaskan bahwa koperasi telah memiliki modal sosial dan teknis yang kuat meski masih menunggu mekanisme resmi dari SKK Migas dan Pertamina.
“Kalau ada kesempatan, kami siap. Orang-orang kami adalah orang-orang lama di bidang ini. Banyak anggota keluarga kami yang merupakan pensiunan atau mantan pekerja Pertamina,” jelasnya.
Keterlibatan para senior ini diharapkan dapat menjadi sarana transfer pengetahuan bagi generasi muda di Samboja dalam mengelola sumur secara efisien dan aman.
“Saat ini, Koperasi Merah Putih tengah memantau perkembangan regulasi dan skema kerja sama yang ditawarkan dalam program pengelolaan sumur idle ini. Kita berharap pemerintah memberikan prioritas kepada masyarakat lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh warga sekitar sebagai pilar kekuatan ekonomi kerakyatan di Kalimantan Timur,” harap Irwansyah.
Ketua panitia pelaksana Temu Bisnis Migas, Charles Siahaan, mengungkapkan pihak panitia sengaja mengundang beberapa pengurus koperasi merah putih di daerah yang terdapat potensi sumur minyak tuanya.
Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diundang pihak panitia antara lain KKMP wilayah Balikpapan sebanyak 6 KKMP, Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 60 KDKMP, Kabupaten Kutai Timur sebanyak 33 KDKMP, dan Kota Bontang 9 KDKMP.
“Dalam pertemuan bisnis ini bertujuan menggali mekanisme legal agar masyarakat lokal bisa terlibat langsung mengelola kekayaan alam daerahnya. Pengelolaan sumur tua oleh koperasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar lokasi sumur,” pungkas Ucok panghilan akrab Charles Siahaan owner beritakaltim.(mn)
![]()

