JEMBER – Korban yang terseret derasnya arus banjir bandang di Desa Pakis, Kabupaten Jember, Jawa Timur bernama AW (52) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Bedadung di Desa Puger Wetan, kabupaten setempat, Selasa petang.

AW merupakan staf seksi Pelayanan Umum Kecamatan Panti yang juga mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Pakis. Ia terseret arus saat banjir bandang menerjang rumahnya di Desa Pakis pada Senin (2/2) malam.

“Nelayan Puger menemukan jenazah korban di aliran Sungai Puger Wetan, Kecamatan Puger dalam keadaan meninggal dunia, sehingga Tim SAR gabungan melakukan evakuasi jenazah tersebut,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo, saat dikonfirmasi per telepon.

Menurut dia, jenazah ditemukan di aliran Sungai Bedadung yang menuju muara di perairan Puger, Kecamatan Puger, sehingga Polairud. Relawan mengevakuasi jenazah dan selanjutnya dibawa ke rumah duka di Desa Pakis, Kecamatan Panti untuk dimakamkan.

“Banjir bandang menerjang dua kecamatan di Jember yakni Kecamatan Panti dan Rambipuji dengan jumlah rumah yang terdampak sebanyak 38 unit dan empat rumah mengalami rusak ringan,” tuturnya.

Ia mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember membantu melakukan pembersihan sisa material banjir bandang di puluhan rumah warga dan jembatan yang tersumbat bambu yang hanyut terbawa banjir bandang.

“Alat berat dari Dinas PUPR di lokasi Jembatan Tembelang, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji melakukan pembersihan barongan bambu yang menyumbat aliran air di jembatan tersebut,” katanya.

Sejumlah perangkat daerah juga turun ke lokasi banjir bandang yakni Dinas Sosial membersihkan bahan logistik untuk dapur mandiri yang menyiapkan sebanyak 300 nasi bungkus untuk warga terdampak dan petugas yang melakukan penangan banjir bandang.

“Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan juga melakukan pengecekan terhadap kesehatan dan pengobatan untuk warga terdampak banjir bandang dengan layanan kesehatan digelar di Polindes dan Balai Desa,” ujarnya.

Edi mengimbau warga agar segera mengungsi jika terjadi hujan deras di aliran Sungai Badean seiring dengan peringatan dini BMKG terkait cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur.

“Waspada potensi cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Jember yang dapat terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor pada periode 1 – 10 Februari 2026,” katanya.

Loading