BALIKPAPAN – Suasana santai menyelimuti sejumlah warung kopi di sudut Kota Balikpapan pada Senin (2/2/2026). Tidak ada ketegangan, yang ada hanyalah dialog hangat antara personel Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Kalimantan Timur dengan para pengemudi ojek online (ojol) dalam program bertajuk “Ngopi Bareng”.

Kegiatan ini sengaja digelar di tempat nongkrong favorit para driver, yakni Warung Ojol Kamtibmas. Mulai dari Warkop Acil di Jalan MT Haryono, Warkop Mbok Hana di Jalan Letkol Pol H.M. Asnawi Arbain, hingga Warkop Literasi di Jalan Gajah Mada.

Bukan sekadar seremonial, pertemuan ini menjadi sarana komunikasi dua arah bagi Polri untuk mendengarkan langsung dinamika yang terjadi di lapangan. Di sela aroma kopi, para pejuang aspal ini menyampaikan berbagai keluh kesah dan masukan berharga terkait keselamatan berkendara.

Salah satu aspirasi yang mencuat adalah harapan agar kepolisian turut membina masyarakat pengguna jalan lainnya. Para driver menyoroti kebiasaan membuka pintu kendaraan secara sembarangan di jalan ramai yang sering memicu kecelakaan. Selain itu, mereka juga meminta adanya penyuluhan masif terkait disiplin penggunaan lampu sein atau tanda isyarat kendaraan.

“Kami sangat menghargai masukan ini. Ini adalah informasi penting dari kawan-kawan yang setiap hari berada di jalan raya. Sinergi seperti inilah yang kami butuhkan,” ujar AIPTU Sanura, salah satu personel Ditbinmas di lokasi.

Memperkuat Kemitraan Kamtibmas
Polda Kaltim memandang pengemudi ojol bukan hanya sebagai pengguna jalan, melainkan mitra strategis dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Sebagai sosok yang memiliki mobilitas tinggi, para pengemudi ojol dapat menjadi “mata dan telinga” kepolisian dalam memantau situasi di lingkungan sekitar.

Melalui program “Ngopi Bareng” ini, Polda Kaltim berharap hubungan emosional antara Polri dan komunitas ojol semakin erat. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, diharapkan situasi Kamtibmas di Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan, tetap terjaga dalam kondisi yang aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan ini pun diakhiri dengan komitmen bersama untuk saling menjaga keselamatan dan ketertiban demi kenyamanan seluruh warga Bumi Etam saat beraktivitas di ruang publik.(rls/mn)

Loading