BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan keseriusan dalam mengawal keselamatan jiwa para pekerja di Bumi Etam. Dalam peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 yang digelar di halaman RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, Sabtu (31/1/2026), tercatat lonjakan signifikan pada kepatuhan perusahaan terhadap standar keselamatan kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Rozani Erawadi, mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat sekitar 500 perusahaan yang berhasil meraih penghargaan K3. Angka ini mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berkisar di angka 200 perusahaan.
“Jumlah tersebut meningkat tajam karena komitmen manajemen perusahaan dalam melaksanakan program kepatuhan pelaporan dan penerapan standar K3 di lapangan semakin baik,” ujar Rozani di sela-sela acara yang dihadiri sekitar 500 peserta dan undangan tersebut.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, yang bertindak sebagai pembina apel, menekankan bahwa K3 tidak boleh hanya berhenti di atas kertas atau sekadar pemenuhan regulasi. Ia mendorong adanya penyempurnaan kerangka aturan agar lebih adaptif terhadap perubahan dunia kerja yang kian dinamis.
Menurut Wagub, ekosistem K3 yang andal hanya bisa tercipta melalui kolaborasi erat antara regulator, pelaku usaha, dan pekerja.
“Pemerintah berperan sebagai fasilitator, dunia usaha sebagai inovator, dan pekerja sebagai mitra aktif. Sangat tepat jika tema yang diusung adalah membangun ekosistem K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif,” tegas Seno Aji saat membacakan sambutan Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan institusi pendidikan melalui perguruan tinggi serta jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan menjadi bagian tidak terpisahkan agar perlindungan pekerja hadir secara nyata di setiap jengkal tempat kerja.
Dukungan terhadap budaya K3 ini juga datang dari jajaran kepolisian. Dirpamobvit Polda Kaltim, Kombes Pol. Didik Mulyanto, hadir mewakili Kapolda Kaltim untuk memperkuat sinergi antara keamanan dan keselamatan kerja sebagai pilar pembangunan daerah.
Selain pemberian penghargaan, momen ini juga diwarnai dengan penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada ahli waris pekerja. Langkah ini menjadi pengingat bagi seluruh sektor industri bahwa perlindungan terhadap risiko kerja adalah hak dasar yang wajib dipenuhi.

Simulasi Penyelamatan
Sebagai penutup rangkaian apel, ratusan pasang mata disuguhi atraksi simulasi penyelamatan oleh tim K3 dari PT Jembatan Muara Bara dan PT Pamapersada Nusantara Site Baya. Simulasi ini menggambarkan betapa krusialnya prosedur evakuasi dan kesiapan personel saat menghadapi situasi darurat di area tambang dan industri.

Acara ini turut dihadiri tokoh penting Kaltim, di antaranya Plt Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kaltim Muhaimin, Staf Ahli Gubernur drh. Arief Murdiyatno, anggota DPRD Kaltim, jajaran Forkopimda, hingga pimpinan OPD terkait.
Dengan meningkatnya kepatuhan perusahaan secara signifikan tahun ini, Kalimantan Timur optimis mampu mewujudkan ekosistem kerja yang profesional, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus menekan angka kecelakaan kerja seminimal mungkin.(*/mn)
![]()

