SAMARINDA – Seorang pria lanjut usia diperkirakan berumur 60 tahun dievakuasi ke rumah sakit setelah ditemukan terjatuh ke dalam parit di Jalan KH. Khalid, Kelurahan Pasar Pagi, Samarinda Kota, pada Jumat (30/1/2026) sore sekitar pukul 15.05 WITA.

Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, korban secara tiba-tiba terjatuh di sebelah barat pagar luar Masjid Raya Darussalam. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung bergotong-royong mengangkat korban menuju pintu gerbang barat akses masuk pelataran masjid Raya untuk memberikan pertolongan pertama.

Korban saat ditemukan terjatuh di sisi parit Jalan KH. Khalid Pasar Pagi.(foto: ist)

Tak berselang lama, unit ambulans PWI Kaltim Peduli tiba di lokasi. Munanto, penanggung jawab ambulans PWI Kaltim Peduli, mengungkapkan bahwa saat timnya sampai, korban sudah berada di area dalam masjid dengan kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan.

“Kondisi badannya panas, dari mulut mengeluarkan busa, dan tubuhnya bergerak (kejang) tidak mau berhenti,” jelas Munanto saat dikonfirmasi di tempat kejadian perkara (TKP).

Identitas Belum Diketahui
Melihat kondisi korban yang membutuhkan penanganan medis darurat, relawan langsung mengevakuasi pria tersebut ke Ruang Gawat Darurat (IGD) RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.

Lansia yang jatuh dalam penanganan Tim Medis RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.(Foto: ist)

Namun, hingga saat ini identitas korban masih menjadi misteri. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan berupa tas belanja warna biru milik korban oleh relawan dan satpam RSUD AWS bernama Rama, tidak ditemukan kartu identitas seperti KTP maupun SIM.

Barang-barang bawaan dari lansia yang jatuh.(foto: ist)

“Isi tasnya berupa pakaian, nasi kotak, nasi bungkus, serta botol alkohol merek Gajah. Di saku celana korban juga ditemukan uang tunai pecahan berjumlah seratus ribu rupiah lebih,” ujar Rama.

Pihak ambulans PWI Kaltim Peduli telah berkoordinasi dengan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kelurahan Pasar Pagi dan Dinas Sosial Kota Samarinda melalui Syarifah Halimah guna menindaklanjuti status sosial korban.

Petugas keamanan rumah sakit dan para relawan berharap ada anggota keluarga atau warga yang mengenali ciri-ciri pria tersebut agar proses administrasi medis dan perawatan lanjutan dapat berjalan lancar. Saat ini, pasien masih dalam penanganan intensif tim medis RSUD AWS.(mn)

Loading