JAKARTA – PT Patra Drilling Contractor (PDC) membukukan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp141 miliar. Capaian ini menjadi fondasi kuat bagi anak usaha Pertamina tersebut untuk menatap target pertumbuhan dan transformasi bisnis yang lebih agresif pada tahun 2026.

Capaian tersebut dipaparkan dalam kegiatan Townhall Meeting (THM) yang digelar pada Selasa (20/1/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh perwira dan pertiwi PDC baik di kantor pusat maupun lokasi proyek ini bertujuan untuk konsolidasi internal serta penguatan arah transformasi perusahaan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama PDC, Fitra Adriza, mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara (unaudited), perusahaan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp2,83 triliun dengan EBITDA mencapai Rp245 miliar.

“Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perwira PDC. Di tengah tantangan industri yang semakin dinamis, kita tetap mampu menjaga kinerja operasional dan membukukan pertumbuhan keuangan yang sehat,” ujar Fitra.

Selain itu, PDC menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan arus kas dengan collection period (periode penagihan) selama 92 hari, lebih baik dari target yang ditetapkan sebelumnya.

Dari sisi operasional, PDC berhasil mempertahankan standar tinggi di berbagai lini, antara lain dalam Aspek Keselamatan, mencatatkan Total Recordable Injury Rate (TRIR) sebesar 0,00, yang berarti tidak ada kecelakaan kerja yang tercatat sepanjang tahun. Kesiapan Aset, Asset availability mencapai 96%, dengan produktivitas aset di angka 78,36%, dan kepuasan Pelanggan, Customer Satisfaction Index (CSI) melonjak ke level 4,31, melampaui target sebelumnya yang berada di level 4,04.

“PDC tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses. Disiplin operasional, kepatuhan terhadap standar, serta tata kelola yang baik menjadi kunci keberlanjutan bisnis kami,” tegas Fitra.

Sepanjang 2025, PDC juga mencatatkan manfaat sebesar Rp41,31 miliar melalui berbagai inisiatif nilai tambah (value-added initiatives), mulai dari optimalisasi pengelolaan keuangan, efisiensi biaya operasional, hingga pengelolaan pajak.

Dalam menyongsong tahun 2026, Fitra menekankan pentingnya internalisasi nilai PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif) sebagai komitmen integritas pekerja.

“Budaya PASTI harus menjadi perilaku, bukan sekadar slogan. Dengan disiplin dan efisiensi yang konsisten, kami optimistis PDC dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi sektor energi nasional di tahun 2026 dan seterusnya,” tutup Fitra.

Melalui momentum ini, PDC menegaskan komitmennya untuk menjaga kepercayaan pemangku kepentingan (stakeholders) melalui transparansi dan kolaborasi yang solid.(*/mn)

Loading