KUTAI TIMUR – Kehadiran listrik di Desa Rantau Pulung, Kutai Timur, telah mengubah wajah perekonomian masyarakat setempat. Anggota DPRD Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan, mencatat perubahan signifikan yang terjadi sejak desa tersebut teraliri listrik.
“Rantau Pulung dulu tidak ada listrik, sekarang ada listrik. Semua menggeliat. Usaha-usaha bermunculan, bengkel, toko sembako, bahkan air isi ulang,” ungkap dr. Novel saat memaparkan perkembangan di wilayah Dapil 2 yang diwakilinya, Rabu (28/01/2026).
Perubahan ini menjadi bukti nyata dampak pembangunan infrastruktur terhadap kehidupan ekonomi masyarakat desa. Dengan hadirnya aliran listrik, berbagai peluang usaha baru terbuka dan masyarakat semakin produktif dalam mengembangkan ekonomi lokal.
Tidak hanya sektor perdagangan, sektor peternakan juga menunjukkan perkembangan positif. Dr. Novel menyebutkan bahwa program bantuan sapi yang awalnya hanya 20 ekor kini telah berkembang menjadi 43 ekor. Hal ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah benar-benar dimanfaatkan untuk pengembangan usaha, bukan dijual untuk kebutuhan konsumtif.
“Saya senang melihat sapi-sapi itu tidak dijual. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk mengembangkan aset produktif mereka,” kata dr. Novel dengan penuh antusias.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk memastikan program-program bantuan pemerintah tepat sasaran. Keberhasilan elektrifikasi di Rantau Pulung menjadi model yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Kutai Timur, membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur dasar seperti listrik menjadi kunci membuka potensi ekonomi masyarakat desa.
“Saya tekankan tidak boleh lagi ada yang seperti kemarin-kemarin. Kalau ada saya tarik semua,” tegasnya.(Q)
![]()

