KUTAI TIMUR – Pembangunan kantor Desa Bukit Permata, Kecamatan Kaubun yang telah mangkrak selama dua tahun menyebabkan pelayanan kepada masyarakat tidak optimal karena masih menggunakan bangunan eks transmigrasi. Kepala Desa Sutrisno menyampaikan keprihatinannya atas kondisi kantor desa yang seharusnya sudah dapat digunakan untuk melayani masyarakat dengan lebih baik.
“Yang seharusnya kami sebagai pelayan masyarakat punya tempat yang layak, sampai hari ini belum tercapai. Kantor desa ini adalah bangunan eks transmigrasi yang direnovasi menjadi kantor desa,” ungkap Sutrisno dengan nada prihatin, Senin (26/01/2026)
Bangunan kantor desa baru yang berada tepat di samping kantor sementara terlihat jelas telah terbengkalai selama kurang lebih dua tahun tanpa ada kelanjutan pembangunan. Kondisi ini membuat aparatur desa kesulitan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Ada bangunan kantor desa yang sudah mungkin 2 tahunan belum terselesaikan, masih mangkrak seperti itu,” jelasnya.
Sutrisno menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar dapat segera menyelesaikan pembangunan kantor desa tersebut. Menurutnya, kantor yang layak akan sangat mendukung peningkatan kualitas pelayanan pemerintah desa kepada masyarakat.
“Harapan besar saya kepada pemerintah kabupaten agar secepatnya bisa terselesaikan supaya pelayanan kami dari pemerintah desa kepada masyarakat bisa lebih maksimal lagi,” harapnya.
Kepala desa mengaku tidak bosan untuk terus meminta perhatian pemerintah kabupaten terkait penyelesaian bangunan tersebut. “Saya tidak ada bosan-bosannya untuk meminta dan meminta agar secepatnya bisa terselesaikan, tapi faktanya sampai hari ini masih kondisinya seperti itu,” tegasnya.
Sementara itu, untuk fasilitas umum lainnya, Desa Bukit Permata telah memiliki Puskesmas Pembantu (Pustu), Posyandu, satu masjid dan lima mushola, serta SD 008. Untuk konektivitas, desa ini tidak mengalami kendala internet dan telekomunikasi, bahkan telah menerima bantuan Starlink dari pemerintah daerah dan provinsi, meski masih ada satu RT yang mengalami kesulitan sinyal.
“Kendalanya cuma terkadang jangkauan signal tidak seperti yang diharapkan dan masih ada yang blank spot, tapi mayoritas sudah tercover untuk layanan telekomunikasi ataupun internet,” tutupnya. (Q)
![]()

