KUTAI TIMUR – Kehadiran perusahaan pertambangan seperti PT Indexim telah mengubah lanskap ekonomi dan sosial di Kecamatan Kaliorang, termasuk Desa Bukit Makmur. Kepala Desa Bukit Makmur, Adventus Echo Lenawa, mengakui bahwa dampak pertambangan terhadap perekonomian masyarakat sangat terasa.
“Kalau kita bandingkan dulu sebelum ada Indexim dengan sekarang, itu jauh perbedaannya. Gaya hidup dan harga di Kaliorang sudah berbeda jauh dengan dulu,” ungkap Adventus dalam wawancara eksklusif bbar-baru ini.
Perputaran ekonomi di wilayah tersebut mengalami peningkatan drastis sejak beroperasinya perusahaan tambang. Masyarakat memiliki lebih banyak peluang pekerjaan, daya beli meningkat, dan akses terhadap berbagai kebutuhan menjadi lebih mudah. Banyak generasi muda dari Bukit Makmur yang kini bekerja sebagai karyawan di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar desa.
Namun, ia juga menyadari bahwa dampak pertambangan tidak hanya positif. “Kalau bicara dampak pertambangan, tentunya pasti ada positif ada negatif, itu sudah pasti,” katanya bijak.
Dari sisi infrastruktur, kondisi jalan poros desa mengalami perbaikan signifikan. Jalan yang dulunya berbatu kini sudah disemenisasi secara utuh, meskipun sedikit bergelombang. “Kami sangat bersyukur dibanding beberapa tahun yang lalu, sekitar 5-6 tahun yang lalu,” tambahnya.
Kolaborasi dengan perusahaan tambang juga terjalin dalam berbagai program pembinaan UMKM dan kegiatan sosial lainnya. Pemerintah desa berharap kontribusi perusahaan dapat terus berlanjut, terutama dalam pembinaan terhadap UMKM, kepemudaan, dan kegiatan-kegiatan pembangunan desa lainnya untuk memaksimalkan manfaat keberadaan sektor pertambangan bagi kesejahteraan masyarakat.(Q)
![]()

