KUTAI TIMUR – Desa Bukit Permata, Kecamatan Kaubun mencatat kemajuan signifikan dalam pembangunan infrastruktur jalan dengan capaian 85% semenisasi jalan lingkungan yang telah terselesaikan.
Kepala Desa Sutrisno menyatakan, pembangunan jalan menjadi prioritas utama karena merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang menunjang perekonomian. “Alhamdulillah capaian kami sudah sekitar 85%. Sisanya sekitar 15% yang direalisasikan. Insyaallah di tahun 2026 paling cepat dan selambat-lambatnya 2027 bisa terselesaikan semuanya,” ungkapnya, Kamis (22/01/2026).
Sutrisno menjelaskan filosofi pembangunan desanya yang mengutamakan tiga kebutuhan pokok masyarakat: jalan, lampu, dan air bersih. Menurutnya, ketiga infrastruktur dasar ini harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum mengembangkan sektor lainnya seperti pariwisata.
“Kami mempunyai pariwisata di sini, tapi bagaimana orang mau datang sementara jalannya saja tidak bisa diakses. Maka saya prioritaskan infrastruktur dulu,” jelasnya.
Untuk penerangan, desa ini telah mencapai 100% dengan seluruh warga menikmati listrik dari PLN. Sementara untuk akses masuk desa dari Bumi Etam menuju Mata Air, Sutrisno berharap pemerintah kabupaten dapat melakukan semenisasi karena merupakan satu-satunya akses bagi warga Desa Mata Air, Bukit Permata, dan Kilo 26.
Di tahun 2025, fokus pembangunan masih pada semenisasi jalan lingkungan, termasuk pembangunan sektor PKK dan lapangan bola. Target 2026 tetap melanjutkan penyelesaian jalan hingga mencapai 100% sebelum membangun drainase.
“Tidak pernah ada masyarakat teriak karena drainase buntu, tapi kalau jalan rusak pasti teriak. Maka kami prioritaskan jalannya dulu,” tegasnya.(Q)
![]()

