KUTAI TIMUR – Dodol khas Desa Bukit Harapan berpotensi menjadi produk unggulan Kecamatan Kaliorang, namun membutuhkan dukungan lebih dalam hal distribusi dan pemasaran agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Kepala Desa Bukit Harapan, Heri Wibowo, menyebut dodol sebagai satu-satunya produk UMKM yang bisa dijadikan ikon desa karena keunikannya. “Di desa lain di Kecamatan Kaliorang sepertinya belum ada yang memproduksi dodol. Hanya di Desa Bukit Harapan,” ungkapnya dengan bangga, Kamis (22/01/2026).
Produk dodol ini sudah bermitra dengan perusahaan yang ada di wilayah tersebut dan telah memiliki kelengkapan legalitas. Sertifikat halal dan nomor PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) sudah dikantongi, begitu pula dengan kemasan yang sudah memenuhi standar.
Namun menurut Heri, yang kini dibutuhkan adalah jalur distribusi dan strategi pemasaran yang lebih efektif. “Tinggal yang dibutuhkan adalah jalur distribusi atau pemasarannya,” tegasnya.
Untuk UMKM lainnya, Desa Bukit Harapan juga memiliki usaha bakery dan makanan olahan, namun produk-produk tersebut dianggap umum karena desa-desa lain pun memiliki produk serupa.
Heri mengakui bahwa dukungan pemerintah daerah untuk UMKM sudah cukup baik melalui berbagai bimbingan teknis dan pelatihan. Namun ia menyoroti masalah keberlanjutan program.
“Setelah diberi pelatihan, mereka kembali ke kampung dan tidak ada kelanjutan. Hanya stagnan seperti itu saja,” keluhnya.
Ia mengusulkan agar program pembinaan UMKM tidak hanya sebatas pemberian materi dan praktik, tetapi juga disertai dukungan peralatan produksi dan pendampingan berkelanjutan, termasuk akses permodalan yang selama ini menjadi kendala utama pelaku UMKM dari kalangan ekonomi bawah.(Q)
![]()

