KUTAI TIMUR – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Timur akan menerapkan sistem pendaftaran online melalui website untuk seleksi peserta pelatihan dan calon penerima bantuan. Sistem ini bertujuan meningkatkan transparansi dan memastikan bantuan tepat sasaran kepada pelaku UMKM yang benar-benar produktif.
“Nanti di website kami, setiap akan melakukan pelatihan dia harus daftar dulu lewat situ online. Layak atau tidak dia menjadi peserta. Ini betul-betul pelaku UMKM atau enggak?” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Teguh Budi Santoso, Rabu (21/01/2026).
Sistem pendaftaran online ini merupakan langkah penyaringan pertama untuk memastikan peserta pelatihan adalah pelaku UMKM yang serius mengembangkan usaha, bukan sekadar “pemburu pelatihan” yang hanya ingin mendapatkan uang saku.
Teguh mengungkapkan pengalamannya menerima telepon dari seseorang yang menanyakan jadwal pelatihan. Setelah digali lebih dalam, ternyata orang tersebut sudah sering mengikuti pelatihan dari berbagai OPD. “Pak, kapan Dinas Koperasi melakukan pelatihan? Kemarin kami dari Dinas A dapat pelatihan. Konotasinya mereka cari pelatihan aja,” keluhnya.
Website Dinas Koperasi yang dapat diakses melalui alamat dalam kutim.go.id nantinya tidak hanya berfungsi sebagai portal pendaftaran, tetapi juga sebagai database lengkap UMKM Kutai Timur. Informasi yang tersedia mencakup data pelaku usaha, jenis usaha, lokasi lengkap dengan koordinat GPS, modal usaha, dan berbagai informasi penting lainnya.
“Di situ ada koordinatnya, pelakunya, usahanya, di rumahnya, jenis usahanya apa, modal usahanya bagaimana. Semuanya komplit,” jelas Teguh.
Selain sebagai database dan portal pendaftaran, website tersebut juga akan dilengkapi fitur e-katalog yang berfungsi sebagai marketplace produk UMKM Kutai Timur. Melalui e-katalog ini, produk-produk lokal dapat dipasarkan secara digital dan diakses oleh masyarakat luas.
Saat ini, data dari 12 kecamatan sudah terrecord dan siap diunggah. Proses survei lapangan untuk enam kecamatan tersisa masih terus berlangsung. “Surveinya sudah selesai semua untuk 12 kecamatan. Tinggal ngetik, file, upload. Kita launching setelah semuanya sudah selesai,” tambahnya.
Dengan sistem online yang transparan dan terintegrasi, diharapkan Teguh dapat mengurangi praktik tumpang tindih bantuan dan memastikan pelaku UMKM yang benar-benar membutuhkan mendapat akses pelatihan dan bantuan modal.(Q)
![]()

