KUTAI TIMUR – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutai Timur, Teguh Budi Santoso, menilai pergerakan UMKM di daerahnya sepanjang tahun 2025 cukup stabil dan tidak terlalu terdampak oleh situasi ekonomi nasional. Bahkan menurutnya, kondisinya malah lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Evaluasi sepanjang 2025 itu pergerakannya sih enggak begitu berdampak. Malah lebih bagus,” ungkap Teguh saat ditanya tentang dampak ekonomi nasional terhadap UMKM lokal, Rabu (21/01/2026).
Meski demikian, Teguh mengakui bahwa penilaian ini masih bersifat sementara karena baru memasuki triwulan pertama tahun 2026. Evaluasi yang lebih komprehensif masih perlu dilakukan untuk melihat dampak jangka panjang kondisi ekonomi terhadap perkembangan UMKM.
Salah satu indikator positif yang diamati adalah tetap aktifnya pelaku UMKM dalam kegiatan produksi dan pemasaran. Banyak pelaku usaha yang konsisten mengikuti pelatihan dan aktif mempromosikan produk mereka melalui media sosial.
Namun, Teguh juga mencatat adanya pengurangan jumlah pelaku UMKM yang mendapat pembinaan dari 700-an di tahun 2024 menjadi sekitar 400-an di tahun 2025. Pengurangan ini bukan karena menurunnya minat pelaku usaha, melainkan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah.
“Kenapa berkurang? Tentunya kan pasti ada efisiensi. Itu salah satu penyebabnya,” jelasnya.
Meski dengan keterbatasan anggaran, program-program strategis seperti sertifikasi halal dan pelatihan digitalisasi tetap dilanjutkan. Bahkan untuk tahun 2026, meski alokasinya sedikit, program sertifikasi halal tetap dianggarkan mengingat pentingnya untuk membuka akses pasar modern.
Teguh juga mengamati bahwa pelaku UMKM di Kutai Timur mulai lebih melek digital. Setelah mengikuti pelatihan, banyak yang aktif memasarkan produk melalui Facebook dan Instagram, bahkan ada yang langsung mendapat orderan.
Untuk mengoptimalkan potensi ekonomi UMKM dan menciptakan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Teguh mengusulkan pembangunan spot-spot kuliner yang dikelola dengan sistem retribusi. Usulan ini diharapkan dapat memberi dampak ganda: mendukung pelaku UMKM dan meningkatkan PAD.(Q)
![]()

