KUTAI TIMUR – Manajemen keuangan yang baik, khususnya pemisahan antara uang produksi dan uang rumah tangga, menjadi salah satu fokus utama pelatihan yang diberikan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Timur kepada para pelaku usaha. Hal ini penting untuk mengukur perkembangan usaha secara akurat.
“Uang produksi mereka dengan uang makan sehari-hari bisa tercampur. Kami tekankan dalam pelatihan manajemen keuangan, tolong dipisahkan ini Bu. Mana uang produksi, mana uang keluarga,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Teguh Budi Santoso, Rabu (21/01/2026).
Teguh menjelaskan bahwa banyak pelaku UMKM, khususnya ibu-ibu yang mendominasi 90% pelaku usaha, masih mencampur keuangan usaha dengan kebutuhan rumah tangga. Akibatnya, sulit untuk mengetahui apakah usaha mereka benar-benar mengalami peningkatan omzet atau justru stagnan.
Dengan pemisahan keuangan yang jelas, pelaku UMKM dapat mengetahui perkembangan modal dan omzet mereka secara pasti. “Nanti di situ akan ketahuan setelah dipilah-pilah. Ibu sudah meningkat nilai omsetnya, nilai modalnya naik. Bisa-bisa nanti anak atau suami yang dipekerjakan dibayar, jangan enggak dibayar,” jelasnya.
Selain manajemen keuangan, quality control produk juga menjadi perhatian serius. Teguh mencontohkan pengalaman konsumen yang akan berpindah tempat jika kualitas produk tidak konsisten. “Sampean pasti makan di suatu tempat ada yang sampean sesenahi, rutin. Begitu enggak enak dua tiga kali, pasti akan pindah,” ungkapnya.
Untuk menjaga konsistensi kualitas, Teguh mendorong pembentukan kelompok produsen dengan quality control terpusat. Contohnya pada produsen Amplang Batu Bara yang akan diekspor ke Sabah. Dari 20 produsen yang dikumpulkan, tersisa lima yang konsisten. Mereka diminta untuk berbagi resep dan menggunakan standar yang sama.
“Saya sampaikan kepada ibu-ibu, harus melepaskan ego masing-masing, harus berbagi resep supaya satu taste, satu rasa. Lima home industri ini kita butuh satu quality control,” tegas Teguh.
Untuk mendukung quality control yang lebih baik, Teguh mengusulkan pembangunan rumah produksi bersama dimana semua produsen sejenis dapat bekerja di satu tempat dengan standar yang sama, sehingga kualitas produk lebih terjaga dan konsisten.(Q)
![]()

