SAMARINDA – Perubahan sistem penetapan kuota jamaah haji nasional membawa angin segar bagi sejumlah wilayah di Kalimantan Timur. Pada musim haji 2026, empat kabupaten dan kota di Bumi Etam resmi mendapatkan penambahan alokasi jamaah, yakni Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Berau.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Timur, Mukhlis Hasan, menjelaskan bahwa kenaikan kuota ini merupakan dampak langsung dari tingginya jumlah pendaftar di daerah tersebut yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list) nasional.

“Daerah dengan jumlah pendaftar yang besar otomatis akan mendapatkan alokasi kuota lebih banyak. Tahun 2026 ini, ada empat daerah di Kaltim yang kuotanya meningkat cukup signifikan,” ujar Mukhlis Hasan saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan rincian data terbaru, Kota Samarinda kembali menjadi daerah dengan alokasi jamaah terbanyak di Kalimantan Timur. Ibu kota provinsi ini memperoleh jatah 1.029 jamaah haji reguler, yang ditambah dengan 42 jamaah kategori prioritas lanjut usia.

Menyusul Samarinda, Kota Balikpapan juga mencatatkan kenaikan dengan total alokasi sebanyak 694 jamaah. Sementara itu, lonjakan cukup mencolok terjadi di Kabupaten Paser yang mendapatkan jatah 590 jamaah, disusul Kabupaten Berau dengan total 215 jamaah.

Namun, tren positif ini tidak dirasakan oleh seluruh wilayah. Beberapa kabupaten tercatat mengalami penurunan alokasi kuota. Penurunan paling drastis terjadi di Kabupaten Kutai Barat yang hanya memperoleh kuota untuk 7 jamaah pada musim haji 2026. Penurunan serupa juga terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Bontang.

Mukhlis menegaskan bahwa penyesuaian ini murni berdasarkan data pendaftar dan bukan merupakan pengurangan sepihak dari kementerian.

“Kalau jumlah pendaftarnya sedikit, otomatis kuotanya ikut turun. Ini berlaku secara nasional dan diterapkan sama untuk semua daerah,” jelas Mukhlis.

Dorong Pendaftaran Sejak Dini
Pihak Kanwil Kemenag Kaltim berharap pemerintah daerah dapat lebih aktif mendorong masyarakat yang telah memenuhi syarat untuk segera mendaftar haji. Hal ini penting agar jumlah pendaftar tetap stabil sehingga peluang mendapatkan kuota yang lebih besar di masa mendatang tetap terbuka.

“Langkah ini juga menjadi strategi agar masa tunggu haji bagi masyarakat Kalimantan Timur dapat terkelola dengan lebih baik di tengah perubahan sistem penetapan kuota nasional.” pungkasnya.(*/mn)

Loading