KUTAI TIMUR – Meski Pasar Induk Sangatta menyediakan komoditas lengkap sebagai pusat perputaran komoditas di Kutai Timur, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah masih sangat tinggi. Kondisi ini terutama terjadi menjelang hari-hari besar ketika permintaan meningkat tajam.
Kepala UPT Pasar Induk, Bohari, mengungkapkan bahwa produk lokal seperti cabai dan tomat sebenarnya sudah ada dan diproduksi di Kutai Timur. “Alhamdulillah ada sudah juga produk lokal kita. Namun demikian kadang kalau event-event pada saat menjelang hari-hari besar segala macam itu kadang kosong. Jadi memang ambil dari luar,” jelasnya, Rabu (14/01/2026).
Sistem pasokan yang ada saat ini, terangnya, melibatkan berbagai jalur distribusi. Ada pedagang yang langsung keluar daerah untuk mengambil barang, ada juga yang melalui perantara dari Samarinda, Bontang, maupun supplier yang ada di Sangatta. Pulau Jawa juga menjadi salah satu pemasok utama untuk kebutuhan pokok yang ada di pasar ini.
Untuk komoditas non-pangan seperti bahan tekstil, hampir semuanya masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. “Mungkin kita paham kalau yang bahan-bahan tekstil segala macam itu memang dari luar,” tambah Bohari.
Ketergantungan pada berbagai distributor yang berbeda ini juga berdampak pada stabilitas harga. Karena setiap pedagang memiliki sumber pasokan sendiri-sendiri, harga komoditas yang sama bisa berbeda-beda antara Pasar Induk dengan pasar-pasar di kecamatan.
Bohari mencontohkan kasus kelangkaan ayam potong yang pernah terjadi. Ketika dilakukan pengecekan, ternyata di beberapa tempat masih tersedia karena memiliki jalur distribusi berbeda. “Masing-masing punya distributor jadi itulah juga yang membuat harga kadang fluktuatif berbeda, kadang di sini mahal di luar murah kadang sebaliknya,” ungkapnya.
Kondisi ini memperkuat urgensi untuk mewujudkan Pasar Induk sebagai satu-satunya pintu masuk barang ke Kutai Timur. Dengan sistem terpusat, pemerintah daerah bisa memprediksi kebutuhan, memantau ketersediaan barang, dan mengantisipasi kelangkaan serta mengendalikan harga lebih efektif.
“Namun untuk merealisasikan sistem tersebut, masih dibutuhkan regulasi khusus dan fasilitas pergudangan yang memadai seperti cold storage untuk menyimpan berbagai jenis komoditas sebelum didistribusikan ke pasar-pasar kecamatan,” tutupnya. (Q)
![]()

