KUTAI TIMUR – Produk unggulan UMKM Kabupaten Kutai Timur, Amplang Batu Bara, tengah dalam proses untuk menembus pasar ekspor ke Sabah, Malaysia. Letter of Intent (LOI) telah ditandatangani sejak tahun 2024, dan saat ini tinggal menunggu kesiapan mesin pengemasan ulang dari buyer.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Teguh Budi Santoso, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan salah satu yang paling membanggakan selama kepemimpinannya. “Kita masuk ekspor ke Sabah. Ekspor Amplang Batu Bara. Tapi kami komunikasi terus dengan buyer, mereka masih nunggu mesin untuk pengemasan ulang di sana,” jelasnya, Selasa (13/01/2026).
Proses negosiasi ekspor ini tidaklah mudah. Teguh mengaku bolak-balik ke kantor Bea Cukai dan berkomunikasi intensif dengan customer dari Malaysia untuk memastikan semua persyaratan ekspor terpenuhi. Yang menggembirakan, buyer dari Sabah bersedia mempertahankan nama dan identitas Amplang Batu Bara meski akan dilakukan pengemasan ulang.
“Saya tegaskan ke pihak buyer agar Amplang Batu Bara tetap namanya harus ada, karena itu ciri khas kita,” ungkap Teguh.
Keberhasilan negosiasi ini juga didukung oleh fakta bahwa buyer dari Sabah bukan etnis Tionghoa, sehingga lebih mudah memahami dan menghargai brand lokal yang sudah terbentuk. Teguh bahkan sempat berkunjung ke Sabah dan buyer juga datang ke Kutai Timur untuk melihat langsung proses produksi.
Untuk menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan, Dinas Koperasi mengumpulkan para produsen Amplang Batu Bara untuk bekerja sama. Dari 20 produsen yang dikumpulkan, saat ini tersisa lima yang konsisten. “Saya sampaikan kepada ibu-ibu, harus melepaskan ego masing-masing, harus berbagi resep supaya satu taste, satu rasa,” tegas Teguh.
Untuk mendukung produksi ekspor, Teguh mengusulkan pembangunan rumah produksi bersama agar quality control lebih terjaga dan kapasitas produksi meningkat. Namun karena kendala rasionalisasi anggaran, usulan tersebut masih belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
“Untuk rumah produksi kami rencanakan di 2025 kemarin, namun karena adanya kendala anggaran masih belum dapat terealisasi,” terangnya.(Q)
![]()

