KUTAI TIMUR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur mengambil kebijakan strategis dengan memprioritaskan pembinaan atlet lokal usia dini ketimbang mendatangkan atlet dari luar daerah. Kebijakan ini diambil dengan visi jangka panjang 5-10 tahun ke depan.
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menegaskan, fokus pembinaan saat ini adalah pada atlet-atlet muda Kutim yang berpotensi, bukan mencari jalan pintas dengan merekrut atlet dari daerah lain.
“Saya hanya ingin membina atlet usia dini dari anak lokal. Saya sudah berpikir panjang. Daripada mengambil orang luar, begitu mereka menang langsung balik ke daerah asalnya, kan percuma,” tegas Basuki, Jum’at (9/1/2026).
Ia menilai atlet lokal memiliki keunggulan dari sisi motivasi dan loyalitas. Ketika bertanding mewakili daerah sendiri, atlet lokal memiliki semangat juang yang berbeda karena membela tanah kelahirannya.
“Kalau atlet lokal yang berjuang untuk Kutim, luar biasa semangatnya, mau menang, mau kalah. Saya tidak berpikir sekarang, saya berpikir 5-10 tahun yang akan datang, mereka pasti akan membanggakan,” ungkapnya penuh keyakinan.
Basuki mengakui ada tantangan dengan kebijakan ini, terutama soal kesabaran menunggu hasil. Pembinaan usia dini membutuhkan waktu, konsistensi, dan investasi jangka panjang. Namun ia yakin hasilnya akan jauh lebih berkelanjutan.
“Kita baru setahun membina dengan konsisten, lihat hasilnya sudah luar biasa di Pekan Warga Pelajar Daerah. Bayangkan kalau ini berlanjut bertahun-tahun,” katanya.
Kebijakan ini juga mempertimbangkan aspek biaya. Mendatangkan atlet dari luar daerah membutuhkan kompensasi besar dan tidak menjamin loyalitas jangka panjang.
“Biaya mendatangkan atlet luar juga besar. Lebih baik uang itu untuk membina anak-anak kita sendiri yang punya ikatan emosional dengan Kutim,” jelasnya.
Basuki berharap dalam 5-10 tahun ke depan, Kutim akan memiliki atlet-atlet tangguh dari berbagai cabang olahraga yang lahir dan besar dari sistem pembinaan usia dini yang konsisten.
“Ini investasi masa depan. Saya tidak mau jalan pintas. Saya ingin Kutim punya atlet-atlet yang benar-benar mencintai daerahnya dan berjuang dengan sepenuh hati,” pungkasnya.(Q)
![]()

