KUTAI TIMUR – Kelangkaan material bangunan menjadi salah satu kendala serius yang menghambat kinerja Dinas Perkim Kutai Timur dalam melaksanakan program-program pembangunan. Kondisi ini diperparah dengan aksesibilitas yang masih terbatas dan ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Kepala Dinas Perkim Kutim, Ahmad Iip Makrup, mengungkapkan, pihaknya berharap pembangunan pelabuhan (Cause Way) Kenyamukan dapat segera terealisasi. Infrastruktur ini sangat penting untuk memperlancar distribusi material bangunan sehingga tidak ada lagi kelangkaan yang menghambat pelaksanaan proyek.

“Mudah-mudahan saja Pelabuhan Kenyamukan dapat segera rampung dan beroperasi, jadi material bangunan tidak sendat lagi seperti yang kita alami sebelumnya,” harap Iip, Jum’at (9/1/2026).

Kelangkaan material bangunan ini tidak hanya berdampak pada keterlambatan penyelesaian proyek, tetapi juga mempengaruhi kualitas hasil pekerjaan. Kontraktor seringkali kesulitan mendapatkan material dengan spesifikasi yang tepat dan harga yang wajar karena keterbatasan pasokan.

Kondisi geografis Kutai Timur yang luas dengan aksesibilitas terbatas membuat biaya pengiriman material menjadi sangat tinggi, terutama untuk wilayah-wilayah terpencil. Hal ini juga menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi program di tahun 2025 yang difokuskan pada empat kecamatan terdekat.

Selain infrastruktur transportasi, Iip juga mengharapkan profesionalitas kontraktor dapat meningkat. Banyaknya aduan masyarakat terkait kualitas pekerjaan menunjukkan masih ada kontraktor yang tidak bekerja sesuai standar.

“Kami berharap kontraktor juga bisa bekerja lebih profesional. Kadang-kadang karena jumlah pekerjaan banyak dan personel terbatas, tidak semua bisa kita awasi secara maksimal,” ungkapnya. (Q)

Loading