KUTAI TIMUR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur gencar mendorong jiwa wirausaha di kalangan generasi muda melalui program pelatihan dan pendampingan bersama perusahaan besar seperti PT KPC dan PAMA.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan, program ini bertujuan mengubah mindset pemuda dari sekadar mencari pekerjaan menjadi pencipta lapangan kerja.

“Saya tanya ke anak-anak muda, untuk apa jadi pegawai negeri atau kerja di kebun dan tambang? Lebih baik belajar jadi bos kecil yang bisa bermanfaat untuk banyak orang,” ujar Basuki saat menjelaskan filosofi program, Kamis (8/1/2026).

Program wirausaha muda ini dijalankan dengan pola sosialisasi ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Dispora menghadirkan narasumber dari pelaku usaha lokal yang sudah sukses agar peserta bisa belajar langsung dan melihat contoh nyata.

“Narasumbernya adalah anak-anak muda Sangatta yang sudah berhasil berbisnis. Ngapain ambil narasumber dari Jawa yang kita tidak tahu keberhasilannya? Di sini mereka bisa belajar langsung, bahkan bisa langsung berkonsultasi,” jelasnya.

Dispora juga membangun jejaring dengan program CSR perusahaan seperti “Tangan di Atas” binaan KPC untuk memberikan pendampingan intensif kepada wirausaha muda.

Hasilnya, kini banyak anak muda Kutim yang mulai berbisnis. Bahkan dalam setiap event yang digelar Dispora, panitia mengutamakan melibatkan wirausaha muda untuk mengelola berbagai kebutuhan acara.

“Setiap kegiatan Dispora, kami prioritaskan melibatkan anak-anak wirausaha muda. Ini cara kami memberikan kesempatan sekaligus melatih mereka,” tambah Basuki.

Program ini menurut Basuki mendapat apresiasi karena tidak hanya fokus pada olahraga dan kepemudaan dalam konteks prestasi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan untuk masa depan generasi muda Kutai Timur.(Q)

Loading