KUTAI TIMUR – Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur meluncurkan program ambisius di bidang digitalisasi pendidikan dengan menetapkan 35 sekolah sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG). Program ini bertujuan agar dunia pendidikan di Kutim tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
Kepala Disdik Kutim, Mulyono, mengatakan program KSRG akan segera diluncurkan dan dilaksanakan sebagai upaya transformasi pembelajaran berbasis teknologi. “Kita sekarang sudah ada program lagi baru yang namanya KSRG, Kandidat Sekolah Rujukan Google. Ini akan segera kita launching supaya kita enggak ketinggalan terkait dengan IT dan teknologi,” ungkapnya, Kamis (8/1/2026).
Program KSRG ini mengajarkan bagaimana membuat pembelajaran secara digital yang menyenangkan. Target program adalah sekolah besar, yakni kelas 3 SD ke atas. “KSRG itu luar biasa. Bagaimana membuat pembelajaran secara digital yang menyenangkan. Itu untuk sekolah besar, kelas 3 SD ke atas,” jelasnya.
Sementara untuk sekolah jenjang bawah, Disdik juga telah menggandeng program Enuma yang fokus pada pembelajaran digital untuk anak PAUD. Guru-guru sudah mengikuti bimbingan teknis dan ke depan akan didorong pengadaan alat belajar digital khusus untuk tingkat PAUD.
Mulyono menegaskan bahwa perubahan paradigma dalam pembelajaran tidak bisa dihindari. Menurutnya, anak-anak zaman sekarang tidak mungkin dipisahkan dari gadget, sehingga yang harus dilakukan adalah memasukkan pelajaran ke dalam gadget agar anak tertarik belajar.
“Kita harus merubah konsep. Hari ini tidak mungkin anak dipisahkan dengan gadget. Kita harus mengalah. Pelajaran yang harus masuk ke dalam gadget. Kalau dulu anak dilarang bawa HP ke sekolah, sekarang justru anak harus bawa HP. Ujian pakai HP sekarang,” katanya.
Untuk memastikan program berjalan optimal, Mulyono berencana membawa beberapa guru ke SMP 1 Muarakaman, Tenggarong, yang sudah menjadi sekolah rujukan nasional dalam digitalisasi pembelajaran. “Tinggal bagaimana penerapannya supaya enggak masih mengawang-awang. Kita lihat dulu sekolah yang bagus supaya program ini langsung jalan,” pungkasnya.
Disdik juga memastikan ada upaya antisipasi dampak negatif penggunaan gadget dengan memberikan pemahaman edukasi termasuk keagamaan, serta penambahan pembelajaran Al-Quran di sekolah negeri sebagai benteng bagi siswa.(Q)
![]()

