KUTAI TIMUR – Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur melakukan terobosan besar dalam peningkatan kualitas tenaga pendidik dengan memfasilitasi ratusan guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 dan S2. Program ini merupakan komitmen Pemkab Kutim agar tidak ada lagi guru yang tidak bersarjana dan setiap sekolah memiliki minimal satu guru pendidikan inklusi.

Kepala Disdik Kutim, Mulyono, menyampaikan bahwa program peningkatan kualifikasi guru ini menjadi prioritas strategis dengan dua target utama. “Saya punya harapan, Pak Bupati punya harapan, Pemda punya harapan Kutai Timur tidak ada lagi guru yang tidak sarjana. Yang kedua, satu sekolah minimal satu guru inklusi,” tegasnya, Kamis (8/1/2026).

Untuk program S1, pada tahun 2024 Disdik telah mengirim lebih dari 200 guru untuk mengikuti program RPL di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan diperkirakan lulus tahun ini. Tahun 2025, giliran 152 guru dikirim ke Malang untuk mengikuti program yang sama.

“Tahun 2024 ada 200 lebih guru kita kuliahkan S1 dengan program RPL. Tahun ini kita kirim lagi 152 orang ke Malang. Jadi nanti insya Allah kita sisir lagi sampai habis,” jelas Mulyono.

Sementara untuk program pendidikan inklusi yang setara S2, Disdik telah mengirim 191 guru ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada tahun 2024 dan alhamdulillah sudah lulus pada 2025. Semua biaya difasilitasi penuh termasuk beasiswa UKT, uang gedung, dan pendaftaran.

“Tahun ini kita kirim lagi 300 orang ke UNY. Insya Allah tahun depan selesai. Ini harapan saya, tidak ada lagi guru yang tidak sarjana dan semua sekolah punya minimal satu guru inklusi,” ujarnya.

Program guru inklusi menjadi penting untuk memastikan pemerataan pendidikan bagi semua anak, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Dengan adanya guru inklusi di setiap sekolah, anak ABK yang kondisinya tidak terlalu parah tidak perlu dikirim ke Sekolah Luar Biasa (SLB) dan bisa belajar di sekolah negeri bersama teman-temannya.

“Kami usahakan di sekolah negeri harus punya guru yang punya ilmu itu. Akhirnya kita kuliahkan,” jelasnya.

Selain program peningkatan kualifikasi guru reguler dan inklusi, Disdik juga mengirim 50 siswa berprestasi untuk kuliah di perguruan tinggi ternama seperti UI, ITB, UGM, UNPAT, dan UNHAS melalui program kerjasama khusus. (Q)

Loading