KUTAI TIMUR – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kutai Timur mencatatkan realisasi program hingga 93 persen pada tahun 2025. Capaian ini diraih dari total anggaran yang tersedia meskipun menghadapi berbagai kendala teknis di lapangan.

Kepala Dinas Perkim Kutim, Ahmad Iip Makruf, mengungkapkan, terdapat tiga pekerjaan utama yang menjadi prioritas sesuai Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Rencana Strategis (Renstra). Ketiga program tersebut adalah peningkatan jalan lingkungan, drainase lingkungan, dan penanganan rumah layak huni yang masuk dalam 50 program prioritas kepala daerah.

“Sampai dengan 31 Desember kemarin, progres yang bisa dilaksanakan kurang lebih 93 persen dari total anggaran tersedia,” ujar Iip saat ditemui di kantornya, Rabu (07/01/2025).

Namun demikian, Iip mengakui terdapat 124 paket pekerjaan yang tidak dapat dilaksanakan pada tahun 2025. Paket-paket tersebut akan diprogramkan kembali dan masuk dalam Daftar Paket Pekerjaan tahun 2026.

Kendala utama yang dihadapi adalah waktu pengesahan anggaran yang terlalu mepet. Pengesahan anggaran yang seharusnya dilakukan jauh hari sebelumnya, baru terealisasi pada November akhir 2025. Kondisi ini membuat tim Perkim harus bekerja ekstra keras, bahkan bergiliran selama 24 jam untuk mengejar target realisasi fisik dan administrasi.

“Kami bekerja 24 jam di kantor bergantian untuk mengejar deadline. Ada 400 lebih paket yang harus diselesaikan dengan waktu yang sangat terbatas,” keluhnya.

Untuk tahun 2026, Iip berharap tidak ada lagi pengesahan anggaran yang mepet agar program dapat berjalan optimal sejak awal tahun.(Q)

Loading