KUTAI TIMUR – Di tengah tantangan anggaran dan waktu yang terbatas, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur berhasil mencatat prestasi dalam pengelolaan keuangan dengan realisasi anggaran mencapai 95 persen tanpa meninggalkan hutang sama sekali pada 2025.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengungkapkan, pencapaian ini merupakan hasil pengawasan intensif terhadap seluruh kegiatan dan komitmen untuk tidak meninggalkan beban hutang.

“Alhamdulillah tidak ada hutang sama sekali. Saya tidak pernah libur dalam mengawasi kegiatan. Semua dimonitor dengan ketat,” ujar Basuki, Selasa (06/01/2026).

Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan terhadap semua lini kegiatan, mulai dari program pokir (pokok-pokok pikiran) DPRD hingga kegiatan-kegiatan lapangan yang melibatkan masyarakat.

“Aspirasi teman-teman DPRD saya awasi dengan baik, kegiatan lapangan juga. Ini bisa dirasakan hasilnya dengan sangat baik oleh masyarakat,” jelasnya.

Meski realisasi anggaran mencapai 95 persen, Basuki mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam melaksanakan seluruh program yang diinginkan.

“Anggaran memang terbatas di 2025, tapi cukup bisa dimanfaatkan untuk pemuda dan olahraga. Lima persen yang tidak terserap lebih karena efisiensi dan penyesuaian program,” katanya.

Basuki menegaskan, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk tidak bekerja. Ia justru menjalin komunikasi dengan pelaku usaha dan komunitas untuk tetap menjalankan program-program strategis.

“Kalau tidak ada anggaran terus saya tidak kerja, itu salah. Saya bangun komunikasi dengan pelaku usaha dan komunitas. Kadang tanpa anggaran pun kegiatan bisa jalan dengan patungan,” ungkapnya.

Namun ia mengakui bahwa program yang dijalankan dengan swadaya memang hasilnya tidak semaksimal jika menggunakan anggaran penuh.

“Hasilnya memang kurang wah, tapi bisa berjalan dengan baik. Anggaran tetap faktor utama, tapi bukan penghalang untuk berkarya,” tegasnya.(Q)

Loading