KUTAI KARTANEGARA — Warga di Desa Bunga Jadi, RT 26, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, sudah dua hari ini dibuat resah dengan kehadiran Orang Utan yang masuk ke permukiman penduduk.

Wanto, salah seorang warga Desa Bunga Jadi, mengungkapkan bahwa Orang Utan tersebut terlihat mencari makan di area permukiman sejak Jumat sore (2/1/2026). Kemungkinan besar, kondisi hutan yang sudah tidak mendukung memaksa satwa tersebut memberanikan diri masuk ke permukiman untuk mendapatkan makanan.

“Orang Utan itu muncul di wilayah permukiman warga, tepatnya di RT 026, Jalan Logging HTI Desa Bunga Jadi SP 5, Kecamatan Muara Kaman. Dia hanya mencari makan, yang dituju adalah buah-buahan seperti rambutan dan nangka,” jelas Wanto.

Pohon rambutan di belakang rumah warga RT 26 Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi sasaran Orang Utan mencari makanannya.

Menurut Wanto, warga Desa Bunga Jadi meminta pihak terkait untuk segera merelokasi Orang Utan tersebut.

“Sebenarnya bagi kami tidak masalah, karena sama-sama mencari makan. Namun, yang dikhawatirkan ada warga yang merasa terganggu sehingga menyakiti Orang Utan tersebut,” jelas Wanto yang didampingi Misnanto, Ketua RT 26 Desa Bunga Jadi, Sabtu (3/1/2026).

Baik Wanto maupun Misnanto berharap pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera melakukan tindakan pengamanan agar keberlangsungan hidup satwa dilindungi tersebut tetap terjaga.

Saat dihubungi terpisah, Kepala BKSDA Kalimantan Timur, M. Ari Wibawanto, belum dapat dimintai konfirmasi terkait kejadian ini. Namun, Witono, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Seksi Konservasi Wilayah II (SKW II) BKSDA Kaltim, menyatakan telah berkomunikasi dengan warga Desa Bunga Jadi dan akan segera menuju lokasi untuk mengamankan orangutan tersebut.

“Kami sudah mendapat laporan warga. Kami akan coba ke lokasi di titik mana Orang Utan itu muncul. Tahap pertama akan observasi dulu untuk memastikan di mana dia bersarang,” jelas Witono melalui sambungan telepon WhatsApp, Sabtu (3/1/2026).

Menurut Witono, masuknya Orang Utan ke permukiman bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti habitat yang terdesak oleh perkebunan atau aktivitas warga yang membuka kebun skala kecil.

“Ini kan musim buah, ada rambutan dan durian. Ada kemungkinan Orang Utan mencari buah hingga ke permukiman. Hari ini muncul, belum tentu besok datang lagi,” lanjutnya.

Berdasarkan informasi warga, Orang Utan tersebut kembali terlihat pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 16.30 WITA. Satwa itu terlihat selama kurang lebih 30 menit di atas pohon rambutan, namun belum diketahui lokasi sarangnya.

“Kami akan respons laporan warga. Besok kami akan menuju ke titik lokasi untuk observasi. Jika lokasi sarangnya sudah diketahui, biasanya sebelum subuh kami sudah bergerak ke lokasi untuk menangkapnya,” pungkas Witono.(mn)

Loading