SAMARINDA — Program pembinaan generasi muda untuk tahun 2026 akan disiapkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda.

Untuk tahun 2026 Program ini dirancang untuk memperkuat karakter pelajar melalui pencegahan korupsi sejak usia dini dan peningkatan aktivitas positif di lingkungan sekolah.

Rencana tersebut disampaikan Kepala Kesbangpol Samarinda, Yosua Laden, usai menghadiri Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Aula Kantor Kecamatan Samarinda Utara, Senin (24/11/2025).

Yosua menyebut maraknya distraksi digital serta minimnya pendampingan di rumah maupun sekolah menjadi alasan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi pelajar.

“Anak-anak sekarang gampang terdistraksi. Fokus mereka mudah terpecah, dan tidak semua mendapat arahan yang memadai baik dari orang tua maupun lingkungan sekolah,” jelasnya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Kesbangpol bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tengah merancang program kegiatan luar ruang yang mendorong pelajar lebih aktif secara fisik dan sosial. Kegiatan ini akan dipadukan dengan pembinaan karakter, edukasi etika digital, dan pelatihan kepemimpinan.

“Kita ingin membiasakan mereka dengan kegiatan positif, bukan sekadar menghabiskan waktu mengonsumsi konten,” kata Yosua.

Selain penguatan aktivitas pelajar, Kesbangpol juga menjalin kerja sama dengan Inspektorat Kota Samarinda untuk menyusun materi pembinaan antikorupsi. Yosua menilai pengenalan nilai integritas sejak bangku sekolah menjadi langkah penting dalam menciptakan budaya antikorupsi di masa depan.

“Korupsi itu sering menjadi pintu munculnya politik uang. Kalau akar perilakunya dibenahi sejak dini, kualitas demokrasi kita akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Yosua berharap program pembinaan generasi muda ini bisa berjalan menyeluruh dan konsisten pada 2026, sehingga pelajar Samarinda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berintegritas.(*/mn)

Loading