SAMARINDA – Masyarakat Kota Samarinda apalagi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) belum banyak mengetahui adanya Sekolah Rimba. Apa itu sekolah Rimba Samarinda, apakah sekolah anak-anak yang tinggal di hutan-hutan, atau sekolah alam?

Yurni Handayani sang penggagas Sekolah Rimba Samarinda menyampaikan bahwa Sekolah Rimba Samarinda adalah sebuah tempat pembelajaran bagi anak-anak warga yang tinggal jauh dari fasilitas pendidikan yang ada di Samarinda. Mereka harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk mendapatkan layanan pendidikan.

“Awalnya terinspirasi dengan Ustadz Hanan Attaki yang mendirikan sekolah Rimba di Bandung. Samarinda ini kan masih banyak hutan, yang perlu dikenalkan dengan generasi penerus bangsa. Selain itu kami melihat di daerah Batu Besaung banyak warga rata-rata petani pekebun yang harus menempuh jarak cukup jauh puluhan kilometer untuk bisa mendapatkan fasilitas pendidikan, akhirnya kami putuskan untuk membuat sekolah Rimba Samarinda dengan gratis dengan dukungan luas lahan sekitar 10 hektar,” terang Yurni alumni SMAN 5 Samarinda, Minggu (23/11/2025).

Diungkapkan Yurni untuk memperkenalkan Sekolah Rimba Samarinda dia promosi hanya menggunakan medsos Instagram sekolahrimbaSamarinda.

Usaha untuk memperkenalkan sekolah Rimba ini, Yurni mengatakan, membuka kegiatan perdana yang bisa diikuti oleh anak-anak umum se Samarinda berupa Rimba Adventure. “Di sini anak-anak diajak mengenal hutan rimba, mulai dari turun gunung, mendaki bukit, bahkan diajari bagaimana membuat pondok tempat bernaung sementara di tengah hutan,” jelasnya.

Anak-anak diajak mengexplor dirinya di alam bebas.

Sekolah Rimba Samarinda dikelola oleh Yayasan Kaindea Study Center yang berlokasi di Jalan Lapandewa, Batu Besaung, Samarinda Utara dalam operasional didukung tenaga volunteer ada 60 guru sukarela yang siap mencerdaskan anak-anak rimba.

“Di Samarinda ini masih minim tempat edukasi yang bisa bebas anak-anak mengexplor dirinya. Melihat itu kami buka kegiatan Rimba Adventure bagi anak-anak masyarakat umum kota Samarinda. Ini yang perdana,” tambahnya.

Operasional sekolah Rimba Samarinda yang dimulai sejak Mei 2025 lalu murid tergabung yang hingga saat ini berjumlah 40 anak, 25 diantaranya usia PAUD, dan sekitar 15 anak usia sekolah dasar.

Kegiatan Rimba Adventure bukan saja memberikan pelajaran bagi anak-anak mengenal alam, hutan rimba, tapi juga melayani masyarakat sekitar untuk layanan kesehatan cek tenakan, kolesterol, asam urat yang dijalankan oleh para volunteer.

Pemeriksaan kesehatan bagi warga sekitar Batu Besaung, Kecamatan Samarinda Utara, digelar dalam event Rimba Adventure diselenggarakan oleh Sekolah Rimba Samarinda.

Kehadiran sekolah Rimba Samarinda disambut sangat hangat oleh warga sekitar. “Disini baru ada sekolah,” jelas Lajemah (96) warga Batu Besaung yang tinggal sejak tahun 1980an.

Lajemah (96 tahun) baju merah tinggal di Batu Besaung sejak tahun 1980an, didampingi Wajeli (Sherly).

Wajeli, warga yang lainnya mengungkapkan anak-anak yang tinggal disini agak sulit untuk mendapatkan sekolah. “Terpaksa kami titipkan di tempat saudara di jalan Anggur Samarinda agar bisa melanjutkan sekolah,” jelas Sherly (33) yang biasa dipanggil Wajeli.

Gazebo tempat pembelajaran sekolah rimba Samarinda.

Diungkapkan dengan dibukanya Sekolah Rimba sangat membantu masyarakat di Batu Besaung. “Kami ucapkan terima kasih ada orang yang mau membuka sekolah di sini, mengajari anak-anak mulai dari PAUD hingga sekolah dasar. Sementara pembelajaran baru tiap hari Minggu, karena guru-gurunya masih kerja. Kami berharap nanti suatu saat bisa dibuka tiap hari,” pungkasnya penuh harap.(mn)

Loading