Dr. Hartono

Dosen STAIS Kutai Timur

SEMINAR bertajuk “Mewujudkan Kepemimpinan yang Inovatif dan Berintegritas” yang diselenggarakan oleh SMK Al-Qur’an dan Dakwah Alam Kongbeng pada selasa 11 November 2025 digedung serbaguna SMK dengan menghadirkan narasumber Dr. Hartono, Dosen STAIS Kutai Timur, menjadi momentum berharga bagi generasi muda di wilayah Kongbeng. Kegiatan ini diikuti oleh para peserta OSIS perwakilan sekolah se-Kongbeng, yang dengan antusias mengikuti setiap sesi pembahasan tentang nilai-nilai dan praktik kepemimpinan.

Seminar tersebut tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang inspiratif untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran seorang pemimpin sejati. Para peserta diajak untuk memahami bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kemampuan berpikir strategis atau mengatur orang lain, melainkan juga tentang bagaimana memimpin dengan hati, menegakkan moral, dan menjaga integritas. Seorang pemimpin sejati tidak hanya cerdas dan inovatif, tetapi juga mampu menjadi teladan melalui sikap jujur, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.

Melalui kegiatan ini, SMK Al-Qur’an dan Dakwah Alam Kongbeng menegaskan komitmennya dalam membentuk karakter generasi muda yang siap memimpin dengan nilai-nilai keislaman, berpikir visioner, dan berjiwa sosial tinggi. Seminar ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya sebatas ruang belajar formal, tetapi juga tempat menanamkan semangat kepemimpinan yang berakar pada akhlak, integritas, dan kecerdasan moral.

Kepemimpinan pada hakikatnya bukanlah soal jabatan atau kekuasaan, melainkan kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan orang lain menuju arah yang lebih baik. Dalam konteks pelajar, menjadi pemimpin berarti mampu menjadi teladan dalam sikap, semangat belajar, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Seorang pemimpin sejati bukanlah mereka yang memerintah, melainkan mereka yang menginspirasi. Ia mampu menyalakan semangat di hati orang lain, mendorong teman-temannya untuk berbuat kebaikan, dan menjadikan perubahan sebagai bagian dari keseharian.

Di era modern yang serba cepat dan dinamis ini, kepemimpinan dituntut untuk lebih adaptif dan kreatif. Pemimpin muda harus mampu menghadirkan inovasi dalam setiap langkahnya. Inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga kemampuan untuk berpikir di luar kebiasaan, mencari solusi yang cerdas atas masalah yang ada, dan memanfaatkan teknologi dengan bijak. Namun, inovasi tanpa integritas ibarat kapal tanpa kompas—cepat melaju, tetapi mudah kehilangan arah. Karena itu, integritas menjadi dasar utama yang harus dimiliki setiap pemimpin. Ia adalah kejujuran, tanggung jawab, dan kesetiaan terhadap nilai-nilai kebenaran, bahkan ketika tidak ada yang melihat.

Kepemimpinan yang berintegritas berarti berani mengatakan benar untuk yang benar, dan salah untuk yang salah. Dalam organisasi OSIS, integritas terlihat dari kejujuran dalam mengelola kegiatan, keterbukaan dalam mengambil keputusan, serta komitmen untuk mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Pemimpin yang berintegritas tidak mudah tergoda oleh pujian, dan tidak luntur oleh kritik. Ia teguh, konsisten, dan mampu menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Melihat tantangan yang semakin kompleks, visi kepemimpinan ke depan haruslah berorientasi pada pembentukan generasi pelajar yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing. Pemimpin masa depan harus mampu berpikir strategis dan memiliki kepekaan sosial, serta menjadikan nilai-nilai moral dan spiritual sebagai dasar pijakan dalam mengambil keputusan. Visi ini harus diarahkan pada upaya membangun lingkungan sekolah yang kolaboratif, saling menghargai perbedaan, dan terbuka terhadap perubahan.

Dari sisi kontribusi, pemimpin yang inovatif dan berintegritas akan menjadi motor penggerak bagi kemajuan sekolah dan masyarakat. Mereka diharapkan mampu menghadirkan program-program yang bermanfaat seperti peningkatan budaya literasi, kegiatan sosial, pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan pelajar, hingga kampanye peduli lingkungan. Lebih dari itu, pemimpin muda harus berperan sebagai agen perubahan yang menanamkan nilai disiplin, kerja sama, dan kepedulian sosial di kalangan teman sebaya.

Namun, untuk mewujudkan kepemimpinan yang ideal, tentu diperlukan saran dan perbaikan. Pembinaan kepemimpinan di sekolah perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak berhenti hanya pada satu kegiatan seminar. Sekolah sebaiknya menyediakan pelatihan rutin tentang manajemen organisasi, komunikasi publik, dan pengembangan karakter agar para siswa siap memimpin di berbagai situasi. Kolaborasi antar-OSIS se-Kongbeng juga perlu diperkuat agar terbangun jejaring kepemimpinan yang saling belajar dan berbagi pengalaman. Selain itu, bimbingan dari guru, ustadz, dan tokoh masyarakat sangat penting agar arah kepemimpinan pelajar tetap selaras dengan nilai-nilai Islam dan budaya lokal. Pemanfaatan teknologi pun perlu terus dikembangkan agar kepemimpinan pelajar mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan nilai moralnya.

Seminar yang diselenggarakan SMK Al-Qur’an dan Dakwah Alam Kongbeng ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan. Dari forum seperti ini, diharapkan lahir para pemimpin muda Kongbeng yang berwawasan luas, berjiwa sosial tinggi, dan berakhlak mulia. Mereka bukan hanya pemimpin bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya.

Pada akhirnya, kepemimpinan yang inovatif dan berintegritas tidak muncul dalam sekejap, melainkan tumbuh melalui proses belajar, keteladanan, dan pengalaman. Melalui kegiatan seperti seminar ini, semoga lahir generasi pemimpin muda yang berpikir dengan akal, bekerja dengan semangat, dan berjalan dengan nilai-nilai kebenaran. Sebab, masa depan Kongbeng dan bangsa ini akan ditentukan oleh mereka yang mampu memimpin dengan visi, berinovasi dengan hati, dan menjaga integritas sebagai napas kepemimpinannya.

Loading