KUTAI TIMUR – KONI Kutai Timur membina 60 cabang olahraga dengan tingkat prestasi yang cukup menggembirakan. Sekitar 70 persen dari total cabor tersebut menunjukkan prestasi yang membanggakan.

“Rata-rata mereka punya prestasi. Sebaran medali kita hampir 70% dari cabor, 80% dapat medali,” ungkap Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, baru-baru ini saat diwawancarai oleh awak media ini di Kantor KONI Kutim.

Cabang olahraga unggulan Kutim antara lain Panjat Tebing yang baru saja meraih juara umum, Tarung Derajat, Jujitsu, Tenis Meja, dan Voli. Sementara beberapa cabang beladiri hampir rata-rata meraih medali dalam berbagai kejuaraan.

Meski demikian, masih ada beberapa cabor yang perlu evaluasi lebih lanjut, seperti Bulu Tangkis yang tahun lalu belum memberikan kontribusi medali optimal.

“Yang jelas di Panjat Tebing insyaallah kita dapat medali, kemarin malah juara umum,” kata Rudi dengan bangga.

Selain itu, Rudi Hartono, mengaku masih kesulitan mendapat dukungan permanen dari perusahaan-perusahaan untuk pembinaan olahraga daerah. Program Corporate Social Responsibility (CSR) juga masih bergantung pada kesediaan perusahaan untuk menyisihkan dananya ke sektor olahraga.

“Sampai saat ini teman-teman belum ada yang secara permanen menjadi anak asuh dari perusahaan-perusahaan yang ada,” jelasnya.

Rudi menilai perusahaan masih selektif dalam memberikan sponsorship, umumnya baru tertarik ketika atlet sudah mencapai level nasional. KONI Kutim telah mencoba pendekatan dengan memasukkan proposal kerjasama yang menawarkan pemasangan logo perusahaan di kaos atlet, namun respons masih belum optimal.

“Perusahaan itu kadang-kadang kalau memang sudah prestasinya level nasional, baru mereka mau. Kita juga enggak bisa menekan,” kata Rudi. (Q)

Loading