KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kaltim, Apansyah, menyatakan siap bertarung melawan Sayid Anjas memperebutkan posisi ketua DPD Partai Golkar Kutai Timur. Sebanyak 23 suara diperebutkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar pada Oktober nanti.

Adapun syarat maju jadi calon ketua Golkar Kutai Timur salah satunya harus mendapat 30 persen dukungan dari 23 pemilik suara Musda.

Pemilik suara Musda masing-masing 1 suara DPD Golkar Kaltim, DPD Golkar Kutai Timur dan Dewan Penasehat. Kemudian 18 suara dari Pengurus Tingkat Kecamatan (PTK) ditambah masing-masing 1 dari organisasi didirikan dan mendirikan Partai Golkar.

“Sebagai kader Golkar memiliki kesempatan sama untuk maju di Musda. Saya siap maju. Dari 18 suara PTK, kami sudah kantongi 13 dukungan,” tegas Apansyah kepada wartawan melalui panggilan WhatsApp pada Kamis siang, 11 September 2025.

Mengenai syarat minimal lima tahun menjadi kader Partai Golkar untuk bisa mencalonkan diri, Apansyah menyebut ada ruang baginya yang belum memenuhi itu untuk menggunakan diskresi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Kami adalah kader Golkar yang taat terhadap AD/ART. Tapi di dalamnya juga ada ruang diskresi. Itu yang akan kami tempuh,” ujarnya.

Dia menegaskan komunikasi dengan DPD Golkar Kaltim maupun DPP pusat sudah dilakukan dan tidak ada hambatan berarti bagi dirinya untuk maju.
“Alhamdulillah, baik di DPD Golkar Kaltim maupun DPP sudah kelar. Jadi tidak ada lagi hambatan buat kami mencalonkan diri sebagai ketua DPD Golkar Kutai Timur,” kata Apansyah.

Terkait waktu pelaksanaan Musda, Apansyah menyebut belum bisa dipastikan karena masih dalam proses penyusunan pengurus DPD Partai Golkar Kaltim, di mana dia juga tergabung sebagai tim formatur.

“Insyaallah kami akan selesaikan dulu pengurus DPD Partai Golkar Kaltim, baru masuk ke persiapan Musda DPD di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim,” ujarnya.

Dalam persaingan menuju Musda, nama Apansyah kerap disebut sebagai rival kuat dari Sayid Anjas, yang juga digadang-gadang akan maju. Saat ditanya soal dukungan dari Ketua DPD Golkar Kaltim, Rudy Mas’ud, Apansyah tidak langsung menjawab, namun menegaskan dirinya tetap dalam koridor organisasi.

“Saya maju calon tentunya tidak terlepas dari rekomendasi Pak gubernur,” jawabnya diplomatis.

Apansyah juga menanggapi isu bahwa rivalnya tengah menghimpun dukungan dari tokoh masyarakat dengan pendekatan berbeda. Ia memilih fokus membangun komunikasi dengan pemilik suara.

“Saya hanya mengandalkan doa tokoh masyarakat. Saya berdiskusi dan berdialog langsung dengan yang punya hak suara,” tegasnya.

Dia juga mengaku optimistis bisa memenangkan pertarungan di Musda. “Optimis 1.000 persen,” sebutnya sambil tertawa. (ute)

Loading